Penyakit Manakah yang Menjadi Penyebab Wafatnya R.A. Kartini? | Breaktime
Penyakit Manakah yang Menjadi Penyebab Wafatnya R.A. Kartini?
21.04.2015
“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam”

-R.A. Kartini-

Di tanggal 21 April ini, sosok pahlawan wanita Indonesia yang telah berjasa untuk mengedukasi kaum Hawa di tanah air kembali dikenang. Adalah Raden Ajeng Kartini, seorang wanita tangguh kelahiran Jepara yang menjadi tokoh perempuan Jawa sekaligus pahlawan nasional Indonesia yang menjadi pelopor kebangkitan para perempuan pribumi.

Sayangnya, wanita yang memiliki semangat membara untuk melakukan perubahan ini tak berumur panjang. Di tanggal 17 September 1904, Kartini meninggal dunia lantaran mengalami komplikasi saat melahirkan atau preeklampsia.

Preeklampsia merupakan penyakit yang terjadi karena tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine setelah 20 minggu kehamilan. Bila tidak ditangani secara serius, preeklampsia dapat berakibat fatal dan berujung kematian seperti yang dialami oleh R.A. Kartini.

Sosok Kartini kecil di tengah keluarganya.
Sosok Kartini kecil di tengah keluarganya.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini pun dapat bermacam-macam. Namun, ada 3 gejala khas yang menandai preeklampsia seperti naiknya tekanan darah di atas 140/90 mmHG, pembengkakan anggota tubuh, dan adanya protein di dalam air seni ibu yang tampak pada hasil uji medis.

Selain itu, sejumlah faktor seperti kehamilan ganda, obesitas, riwayat darah tinggi, diabetes atau kelainan ginjal, kehamilan pada masa remaja atau bahkan di atas usia 40 tahun juga dapat meningkatkan risiko preeklampsia.

Untuk mencegah penyakit ini, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan asin terlalu banyak, terlebih bila Anda memiliki riwayat darah tinggi. Namun, bila Anda sudah terlanjur dideteksi mengidap preeklampsia, umumnya dokter akan memajukan jadwal persalinan untuk menjaga kesehatan ibu dan buah hati.

Namun, hal ini dilakukan dengan catatan bayi yang ada dalam kandungan sudah memasuki bulan yang cukup untuk dilahirkan dan kondisi paru-paru sang buah hati pun sudah dapat berfungsi dengan baik. 

Nah, mulai sekarang, rajin-rajinlah untuk memeriksakan kondisi kehamilan dan kesehatan terbaru Anda pada dokter spesialis. Semoga kasus preeklampsia pada kasus persalinan R.A Kartini tak lagi terulang hingga Anda dapat menikmati serunya menjalankan peran sebagai seorang “Srikandi” tangguh yang mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, tak kalah dengan R.A. Kartini.

Share This Article