Manakah Kota dengan Kemacetan Terparah di Dunia? | BREAKTIME
Manakah Kota dengan Kemacetan Terparah di Dunia?
11.04.2015

Tinggal di kota metropolitan dengan peluang kerja luas dan gaji bulanan yang lebih besar dari kota lainnya tentu menjadi penawaran terbaik yang menggiurkan. Namun, selain keglamoran yang ditawarkan, tahukah Anda bahwa kemacetan kota besar dapat memicu tingkat stress yang begitu tinggi?

Yap, terjebak lama dalam perjalanan ternyata berperan aktif dalam meningkatkan tingkat stress seseorang. Maka tak jarang bila masalah kemacetan menjadi hal yang paling sering jadi topik obrolan memusingkan para pekerja kantoran di kota metropolitan. Life is more pleasant when the trips are easy and direct, right?  Lalu, kota manakah yang memiliki angka kemacetan paling tinggi di dunia?

Di tahun 2014, pihak Castrol Magnatec Stop-Start Index melakukan pengamatan terhadap kondisi kemacetan di 78 kota penjuru dunia. Sejumlah pengendara di area tersebut dibekali dengan perangkat bernama TomTom GPS yang mampu mendeteksi berapa lama waktu yang dihabiskan saat berada dalam kemacetan sekaligus merekam kondisi kemacetan.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh perusahaan minyak yang berbasis di Inggris tersebut, diperoleh data tentang kota dengan kemacetan terparah di dunia yang dimulai dari peringkat terbawah yakni Buenos Aires, Guedalajara, Bangkok, Roma, Moscow, St. Petersburg, Surabaya, Mexico City, Istanbul, dan di posisi teratas ditempati oleh ibu kota Indonesia, Jakarta.

Manakah Kota dengan Kemacetan Terparah di Dunia? | BREAKTIME
Kemacetan dan tingkat stress ternyata berbanding lurus

Dilansir dari situs Voanews, setidaknya ada empat kondisi macet yang membuat orang benar-benar merasa stress seperti gridlock, stop-and-start traffic, bumper-to-bumper, dan rush hour. Pertama, gridlock merupakan kondisi kemacetan ketika B’timers tidak bisa pergi ke mana-mana dan jalanan seolah berubah menjadi lahan parkir raksasa.

Ke dua, stop-and-start traffic merupakan kondisi ketika Anda hanya bisa maju sedikit, langsung berhenti dan kejadian ini terjadi berulang-ulang sepanjang perjalanan. Ke tiga, ada suatu keadaan ketika bumper mobil yang Anda kendarai serasa bersentuhan dengan bumper mobil lain maka keadaan ini disebut bumper-to-bumper. Ke empat, rush hour merupakan kondisi kemacetan yang sama terjadi setiap hari ketika B’timers berangkat maupun pulang kerja.

Nah, empat kondisi kemacetan inilah yang kerap terjadi di ibukota dan akhirnya membuat bad mood pengendara atau penumpang. Nah, kalau Anda adalah tipe orang yang sangat tidak tahan untuk terjebak dalam kemacetan panjang dan sering uring-uringan karena masalah yang sama, ada baiknya Anda mulai melirik kota lainnya untuk dijadikan tempat kerja sekaligus tempat tinggal agar hidup jadi lebih tentram.

Share This Article