Mana yang Lebih Sehat, Jogging or Running? | Breaktime
Mana yang Lebih Sehat, Jogging or Running?
22.04.2015

Banyak yang berpendapat kalau lari merupakan olahraga yang lebih menyehatkan dibanding jogging. Sebab, saat lari tubuh membakar lebih banyak kalori dan bergerak lebih optimal sehingga memberikan manfaat yang besar. Apakah B’timers juga berpikir demikian?

Namun ternyata, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa kecepatan dan banyaknya kalori yang terbakar saat berlari tak menjadikan olahraga satu ini lebih sehat dibanding jogging. Bahkan, dalam penelitian ini disimpulkan bahwa lari dengan kecepatan lebih dari 11 km more than 2,4 hours a week, memiliki efek yang sama ‘berbahayanya’ dengan tidak berolahraga sama sekali. Well, cukup mengagetkan, bukan?

Penelitian lain yang merupakan bagian dari Copenhagen City Heart Study menunjukkan bahwa orang yang melakukan aktivitas jogging dengan intesitas ringan memiliki risiko kematian lebih rendah daripada orang yang melakukan olahraga lari dengan intesitas tinggi. 

Lari juga dianggap lebih rentan cedera, karena aktivitas ini membutuhkan pergerakan yang lebih kompleks. Cedera yang paling banyak mendera para pelari adalah shin splints, pulled muscle, dan juga twisted ankle. Selain itu, nyeri di bagian lutut juga banyak dikeluhkan oleh para pelari yang sudah menekuni olahraga ini dalam jangka panjang.

Olahraga lari memiliki ‘bahaya’ lebih besar dibanding jogging
Olahraga lari memiliki ‘bahaya’ lebih besar dibanding jogging

Jadi, sudah jelas jika jogging merupakan jenis olahraga yang bisa dibilang lebih sehat dan aman untuk dilakukan. Para ahli kesehatan pun lebih merekomendasikan olahraga jogging untuk menjaga kebugaran tubuh dalam jangka waktu lama. Selain itu, manfaat jogging juga tak jauh berbeda dengan lari, yakni membakar kalori, memperkuat otot kaki dan abdomen, serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Tapi bukan berarti olahraga lari itu berbahaya ya, B’timers! Lari juga bisa jadi aktivitas yang baik untuk tubuh jika dilakukan dengan benar. Untuk Anda yang masih pemula, berkonsultasi dengan dokter perlu dilakukan sebelum memulai lari jarak jauh. Selain itu, jangan lupakan pemanasan dan penuhi asupan cairan tubuh sebelum mulai berlari. 

Share This Article