Kapan PON Pertama Kali Digelar? | Breaktime
Kapan PON Pertama Kali Digelar?
23.04.2015
“Sports do not build character. They reveal it”

-Heywood Broun-

PON atau Pekan Olahraga Nasional merupakan even 4 olahraga 4 tahunan yang melibatkan atlet dari seluruh pelosok Indonesia. Ajang olahraga ini selalu diselenggarakan dengan meriah. Namun tahukah B’timers kalo PON pertama digelar dengan cukup alot pada tahun 1948 lalu?

Di tengah gempuran pasukan Belanda, pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta, telah dibentuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Lima tahun setelah PSSI lahir, tepatnya pada tanggal 26 Desember 1935, muncul pula Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) dan Perserikatan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI) yang didirikan pada tahun 1940.

Pada tahun 1938, lahir suatu organisasi yang menjadi induk dari PSSI, PELTI, dan juga PBKSI bernama Ikatan Sport Indonesia (ISI) atas gagasan Ir Soeratin Sosrosoegondo, dengan ketua pertamanya Sutardjo Kartohadikusumo. Dari situlah lahir sebuah even olahraga yang disebut dengan ISI-Sportweek atau Pekan Olahraga ISI.

Sayangnya, ISI-Sportweek sempat terganggu lantaran invasi Jepang pada tahun 1942. Pada zaman penjajahan Jepang ini, muncul juga satu organisasi yang bernama Gerakan latihan Olahraga atau GELORA. Sayangnya, tidak banyak aktivitas yang dihelat oleh GELORA pada masa itu. 

Pada bulan Januari 1946, diadakan Kongres Olahraga Pertama di Balai Pertemuan Hadiprojo, Surakarta (Solo) yang berhasil membentuk satu badan olahraga nasional dengan nama Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI). Setelah terbentuknya PORI, maka pada tanggal 2-3 Mei 1948 diadakan konferensi PORI yang pertama dengan salah satu hasilnya adalah cikal bakal pembentukan dan kelahiran Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Pembukaan PON pertama
Pembukaan PON pertama

Beberapa bulan dari konferensi tersebut, tepatnya pada tanggal 8-12 September 1948, PON pertama pun berhasil digelar di Solo. Melalui PON I ini, Indonesia mampu membuktikan kepada dunia bahwa walaupun dalam keadaan terjajah dan memiliki banyak keterbatasan, namun semangat juang dan olahraga masyarakatnya tidak luntur dan terus berkobar.

 

Share This Article