Benarkah Selalu Mengatakan “Tidak Tahu” Itu Buruk? | BREAKTIME
Benarkah Selalu Mengatakan “Tidak Tahu” Itu Buruk?
07.03.2015

"The doorstep to the temple of wisdom is a knowledge of our own ignorance. We can't even begin to deal with the problem until we know what we don't know."

-Ben Franklin-

 

Tidak tahu. Dua kata yang sering tanpa sengaja terlontar ketika ada seseorang yang bertanya namun B’timers masih sibuk dengan hal lainnya. Berkata tidak tahu saat Anda benar-benar tidak tahu memang bukanlah suatu kesalahan. Namun bagaimana jika Anda mengatakan tidak tahu hanya karena malas menanggapi hal lain di sekitar Anda? Tentu saja hal tersebut merupakan sebuah kebiasaan buruk yang harus dihindari.

Tak hanya itu saja, banyak kerugian yang akan Anda dapatkan kalau terlalu sering melontarkan kata tidak tahu seperti berikut ini:

Mengurangi kredibilitas 

Bagi B’timers yang menduduki posisi penting di tempat kerja, tentu saja mengatakan “tidak tahu” akan mengurangi kredibilitas dan pengaruh terhadap karyawan. Tidak hanya itu, Anda juga akan diremehkan karena dianggap tidak memiliki abilitas yang cocok untuk memimpin sebuah tim. 

Mengecewakan yang bertanya

”Tidak tahu” bukanlah sebuah jawaban, terlebih lagi bagi Anda yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk menjawab sebuah pertanyaan. Hal ini juga akan membuat sang penanya kecewa karena merasa tidak mendapatkan bantuan yang semestinya dari Anda. Jika memang benar-benar sedang sibuk, alih-alih mengatakan tidak tahu, Anda bisa menjawab “Tunggu sebentar, nanti akan saya berikan informasi lengkapnya.”

Membatasi interaksi

Sekali dua kali mengatakan tidak tahu memang tak masalah. Namun jika terlalu sering dilakukan, orang-orang di sekitar Anda tentu jadi malas bertanya dan membuka komunikasi. Kalau sudah begini, interaksi Anda dengan orang-orang di sekitar akan terbatasi.

Itulah beberapa alasan mengapa mengatakan “tidak tahu” perlu untuk dihindari agar tidak menimbulkan image buruk. Meskipun manusia bukan makhluk sempurna, namun menghargai orang lain dengan mencoba memberikan jawaban yang lebih positif tentu akan membuat B’timers dipandang lebih positif.

Share This Article