Benarkah Manusia Lebih Butuh Air daripada Makanan? | BREAKTIME
Benarkah Manusia Lebih Butuh Air daripada Makanan?
04.03.2015

Makanan dan minuman memegang peranan penting dalam kehidupan makhluk hidup. Namun, pernahkah B’timers bertanya-tanya manakah yang memegang peranan paling vital dalam tubuh? Well, you can survive some few weeks without food, but only five to seven days without water

Mengapa demikian? Setiap hari, tubuh kehilangan banyak cairan dikarenakan mengalami sejumlah proses biologis seperti berkeringat, bernapas, serta buang air kecil. Itulah mengapa Anda harus selalu mengonsumsi air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Selain itu, air juga berperan penting untuk menggelontorkan racun-racun berbahaya melalui buang air kecil. Jadi, bisakah Anda membayangkan apa yang akan terjadi bila tubuh kekurangan banyak air?

Yap, akan ada banyak sederet hal kompleks lain yang berakibat fatal pada organ tubuh Anda. Selain itu, keberadaan air di dalam tubuh juga berperan penting untuk menstabilkan suhu tubuh, melumasi sekaligus menjadi bantalan dalam persendian, mengatur pasokan oksigen dan nutrisi dalam tubuh, melindungi tulang belakang, serta mendukung berbagai jaringan sensitif lainnya.

Bahkan, tak jarang orang yang kehilangan air hanya 2% saja sudah merasa susah untuk berkonsentrasi. Di dalam European Journal of Clinical Nutrition yang diterbitkan bulan Juni tahun 2003, para peneliti menyebutkan bahwa kondisi dehidrasi menjadikan organ tubuh sulit untuk berfungsi secara maksimal dan bisa mengakibatkan kerusakan pada otak, ginjal, serta jantung.

Dehidrasi yang parah pada umumnya akan ditunjukkan dengan tanda-tanda seperti sedikitnya urine yang dikeluarkan dan memiliki warna pekat, mulut kering, badan lesu, tekanan darah rendah, mata kering dan terlihat cekung. Bahkan, dehidrasi yang parah dapat mengakibatkan Anda koma hingga berujung kematian, lho. So that is why, when you don’t drink enough water to replace lost fluids, your body starts to suffer.

Share This Article