Benarkah Makanan Berlemak Bisa Menurunkan Kecerdasan? | BREAKTIME
Benarkah Makanan Berlemak Bisa Menurunkan Kecerdasan?
03.03.2015

“We might be the master of our own thought; still we are the slaves of our own emotion.”

Nowadays, it has been one of those days when nothing seems to go right, hasn’t it? Kegemaran B’timers untuk melahap berbagai makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti fried foods, pastries, cakes, ice-cream, mayonnaise dan sejumlah makanan lainnya sejenak terhenti begitu mendengar isu bahwa makanan tersebut ternyata bisa menurunkan kecerdasan bila dikonsumsi dalam waktu lama. Is it true?

Well, a new study suggests to avoid a high-fat diet after finding that obesity can actually rewire the brain, bahkan melemahkan kemampuan daya ingat serta keterampilan untuk mempelajari sesuatu, lho. Hal tersebut diungkapkan dalam simpulan sebuah penelitian di American University, Washington DC.

Mengapa demikian? Ternyata, makin banyak kandungan lemak tinggi yang masuk ke dalam tubuh, makin lemah pula kemampuan blood-brain barrier dalam menyaring berbagai hal untuk melewati hippocampus, bagian yang berperan penting dalam proses pembelajaran dan daya ingat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology and Behavior ini melakukan serangkaian tes kognitif pada sekelompok tikus yang diberi perlakuan konsumsi makanan dengan kadar lemak rendah dan makanan kadar lemak tinggi. Hasilnya? Those that become obese from their high-calories feed performed much more poorly when it comes to learning and memory skills, compared to the skinnier counterparts!

Ketua dari penelitian ini, Terry Davidson menyatakan bahwa obesitas makanan dengan kadar lemak atau kalori tinggi memang menimbulkan sebuah siklus jahat yang mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif. Selain itu, pengaruh negatif makanan dengan kadar lemak tinggi pada tubuh juga ditemukan oleh sejumlah tim peneliti Oxford.

Makanan dengan lemak tinggi juga dikenal menjadi faktor pemicu penurunan kemampuan kognitif secara berangsur-angsur serta kemunculan penyakit mental lainnya seperti demensia. So, what’s now

Well, B’timers tetap bisa menikmati makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti cokelat atau ice cream dengan catatan tidak terlalu sering mengonsumsinya. Pastikan untuk mengimbangi kebutuhan nutrisi tubuh dengan sayur dan buah yang dukung kecerdasan serta kesehatan dalam waktu lama.

Share This Article