Benarkah Kantongi Smartphone Dapat Merusak Sperma? | Breaktime
Benarkah Kantongi Smartphone Dapat Merusak Sperma?
29.04.2015
"Genetic modification is the basis of all evolution. Things change because our planet is subjected to a lot of radiation, which causes DNA damage"

-Nina Fedoroff-

Perdebatan mengenai bahaya tidaknya radiasi yang ditimbulkan oleh sebuah perangkat mobile portable atau biasa disebut smartphone terhadap kesehatan manusia terus bermunculan. Pihak yang pro mengatakan bahwa gadget memang memiliki radiasi, tapi tak berbahaya. Namun, tak sedikit pula yang mengatakan sebaliknya.

But, menurut sebuah penelitian yang diketuai oleh Dr. Fiona Matthews dari University of Exeter di Inggris tahun 2014 lalu, Electro Magnetic Radiation (EMR) yang keluar dari sebuah smartphone dapat menurunkan motilitas sperma sebesar 8% dan viabilitasnya sebesar 9%, wow!

Hal ini terjadi karena selain gelombang radio berfrekuensi yang dipancarkan oleh sebuah perangkat mobile, gelombang magnet yang ikut terpancar dari alat tersebut juga memiliki efek negatif bagi kesehatan sperma.

Medan magnet dapat merusak DNA dengan membuatnya menjadi tidak stabil dan ketika sebuah smartphone dikantongi dalam saku celana, maka suhu rata-rata perangkat itu akan naik sebesar 2,3ᵒ C. Dengan suhu yang naik, maka produksi dan kualitas sperma normal pun akan terganggu.

Efek buruk radiasi dan gelombang magnetik dari perangkat mobile juga sama bahayanya seperti ketika seorang pria meletakkan sebuah laptop atau komputer jinjing di pangkuannya dalam jangka waktu lama. Karena selain mengeluarkan hawa panas, perangkat tersebut dapat menyebabkan kesuburan pria serta suhu pada skrotumnya menurun.

Mengantongi smartphone di bagian saku atas dapat memicu kanker payudara
Mengantongi smartphone di bagian saku atas dapat memicu kanker payudara

Suhu normal skrotum pada pria adalah 34 ᵒ C dan perkembangan sperma akan mengalami penurunan dan berkurang kualitasnya apabila mendapatkan suhu di atas normal. Tidak hanya bagi pria, kegiatan mengantongi smartphone yang dilakukan wanita dengan menempatkannya di saku celana atau saku kemeja juga dapat menjadi salah satu pemicu kanker payudara.

Hal ini disampaikan dalam penelitian Dr John West bersama dengan salah satu koleganya di Breast Care di Kalifornia Selatan yang juga bekerja sama dengan Dr Lisa Bailey, seorang dokter ternama dari American Cancer Society California sekaligus dokter bedah paling top di Amerika Serikat.

Bagaimana B’timers? Walaupun sampai sekarang perdebatan masih dan akan terus berlanjut terkait bahaya radiasi smartphone terhadap kesehatan manusia, alangkah baiknya untuk meletakkan perangkat mobile di dalam tas atau tempat lain agar menghindarkan diri dan kesehatan dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Share This Article