Pecandu Rokok? E-cigarettes Solusinya? | BREAKTIME
Benarkah e-cigarettes lebih aman daripada rokok biasa?
30.01.2015

E-cigarettes atau vaporizer saat ini menjadi trend di kalangan pecandu rokok. Banyak di antara mereka yang beranggapan rokok elektrik ini justru lebih sehat jika dibandingkan dengan rokok hisap biasa. Benarkah demikian? Nyatanya, e-cigarettes ini sama berbahayanya dengan rokok ‘konvensional’.

Vaporizer dilengkapi dengan baterai, heating element, dan catridge sebagai tempat nikotin cair. Catridge juga berfungsi sebagai tempat untuk rasa rokok yang bervariasi dan sesuai favorit Anda. Uap yang dikeluarkan dari vaping tidak ada bedanya dengan rokok biasa. Saat baterai dan nikotin habis, Anda bisa mengisi ulang agar bisa digunakan lagi.

Sejak populer pada era ini, sudah banyak kasus dilaporkan akibat memakai vaporizer, seperti timbulnya luka bakar, keracunan nikotin, permasalahan kerdiovaskular, dan sesak napas. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, asap yang dikeluarkan e-cigarettes ini ternyata mengeluarkan zat yang bersifat karsinogenik seperti formaldehyde dan acetaldehyde. Nah, kedua zat ini berpotensi memicu tumbuhnya sel kanker yang bisa berujung pada kematian.

Tak hanya itu, nikotin yang ada pada rokok elektrik juga mengandung zat adiktif yang bisa menimbulkan efek kecanduan. Apabila B’timers berhenti menggunakannya, akan menimbulkan gejala depresi, gelisah, cemas, dan lebih sensitif sehingga mudah marah. Zat ini juga memicu penyakit jantung dan menghambat fungsi pembuluh arteri.

Why you must stop smoking now

Benarkah e-cigarettes lebih aman daripada rokok biasa?

Intinya, mencoba berhenti merokok dengan beralih pada e-cigarettes bukanlah solusi yang bijak. Kedua benda ini sama-sama merupakan penghantar racun yang akan menggerogoti kesehatan B’timers sedikit demi sedikit.

Kalau memang ingin lebih menyayangi tubuh, alihkan kebiasaan merokok dengan pola hidup sehat dan olahraga. Percayalah, berhenti merokok tak akan ada ruginya. B’timers bisa memiliki kulit yang lebih sehat, gigi yang lebih putih, napas yang lebih segar, dan tentu saja stamina yang jauh lebih terjaga.

Untuk jangka panjang, berhenti merokok juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan reproduksi serta organ-organ dalam seperti ginjal dan jantung. Lebih memilih mana, berdiam di comfort zone dengan enggan meninggalkan rokok, atau berani berubah untuk masa depan yang lebih baik? It’s your choice!

Share This Article