Fakta Tentang Sayur Bayam yang Harus Tahu | BREAKTIME
Benarkah bayam jadi beracun setelah dipanaskan?
14.02.2015

Bayam merupakan salah satu jenis sayuran hijau  yang menyimpan beragam nutrisi penting untuk tubuh, seperti zat besi, fosfor, kalium, zinc, dan vitamin A serta B. Hampir semua orang menyukai bayam karena rasanya enak dan gampang mengolahnya. Salah satu keluarga Amaranthaceae ini juga  banyak ditemui di seluruh bagian Indonesia.

Nah, Anda pasti sudah sering mendengar mitos bahwa bayam tak boleh dipanaskan karena bisa menyebabkan keracunan. Benarkah demikian? Unfortunately, it’s true. Bayam merupakan sayuran hijau yang memiliki kandungan nitrat untuk proses fotosintesis. 

Proses pemanasan bisa mengubah nitrat menjadi nitrit yang dapat mengganggu kemampuan hemoglobin dalam mengikat oksigen. Jika hal ini terjadi, tentu saja beberapa jaringan tubuh dapat kekurangan oksigen yang bisa berakibat fatal. Selain itu, nitrat juga bisa berubah menjadi nitosiamin yang bersifat karsinogenik alias zat pemicu kanker.

Lantas, bagaimana cara memasak dan menyimpan bayam yang benar?

Supaya B’timers bisa mendapatkan manfaat optimal dari bayam, pastikan mengolahnya dengan benar seperti berikut ini:

  • Cucilah dengan bersih untuk menghilangkan bakteri dan zat kimia yang menempel pada bayam.
  • Masaklah sesuai porsi yang dibutuhkan karena tidak bisa dipanaskan dan disimpan terlalu lama usai dimasak.
  • Gunakanlah alat masak berbahan stainless steel untuk memperkecil reaksi kimia antara bayam dan panci.
  • Setelah membeli bayam, jangan mencuci bayam terlebih dahulu dan simpan di kantong plastik dengan rapi, kemudian masukkan kulkas.
  • Jika daun bayam terlihat layu dan kusam, sebaiknya jangan memasaknya. Bisa jadi, kandungan nitratnya telah berubah menjadi zat-zat yang membahayakan tubuh.

Dengan tata cara memasak bayam yang benar, tentu kandungan nutrisinya bisa bermanfaat untuk tubuh. Agar lebih nikmat, hidangkan selagi hangat dan sajikan bersama lauk favorit keluarga!

Share This Article