Benarkah Anda Dapat Mendeteksi Orang Berbohong? | BREAKTIME
Benarkah Anda Dapat Mendeteksi Orang Berbohong?
10.03.2015

“I hate when I’m being lied to when I know every bit of the truth”

Apa yang B’timers rasakan ketika mengetahui bahwa ada orang yang ternyata selama ini sering menipu Anda dengan kebohongan-kebohongan yang diciptakannya? Bohong memang tampak sebagai hal yang sederhana, but it just the simple way to ruin a good relationship, right?  Ada orang yang benar-benar marah karena dibohongi, sederhananya karena merasa kepercayaannya di salah gunakan and that’s the point.

Namun, suasana akan sedikit jauh berbeda ketika sejak awal B’timers bisa mendeteksi apakah seseorang tersebut sedang berbohong atau tidak. But, is it possible for you to do that? Well, pada dasarnya B’timers bisa mendeteksi kebohongan dengan tingkat keakuratan mencapai 54%, lho. Nah, untuk melakukannya, ada beberapa tahapan yang harus Anda ketahui.

Tahap 1: Baselining

Ini adalah tahapan yang mana Anda mengetahui berbagai reaksi seseorang ketika dalam kondisi normal. Dalam situasi ini, orang cenderung bercerita kebenaran, Anda bisa memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan umum tentang cuaca ataupun rencana akhir pekan. Saat itulah, perhatikan dengan baik ekspresi wajah, suara, perilaku, dan tindakannya.

Tahap 2: Hotspot Area

Langkah ke-2 ini diperlukan ketika B’timers mulai mendeteksi perubahan reaksi yang ada di tahap baseline. Setiap kali seseorang terlihat memberikan reaksi berbeda dari tahap baseline, it constitutes a ‘red flag’. Sebagai contoh, seseorang yang berkata “ya”, tapi tanpa sadar menggelengkan kepala berpeluang sedang melakukan kebohongan.

Tahap 3: Cluster

If you see spot three red flags in one response, please be aware! Besar kemungkinan lawan bicara Anda sedang berbohong. Untuk membuktikannya, kembalilah bertanya tentang pernyataan sebelumnya dari lawan bicara dan amati reaksinya. Anda juga bisa menyimpan pertanyaan tersebut di lain waktu dan dalam kesempatan berbeda untuk mendapatkan respon yang lebih natural.

Well, ternyata human lie detection itu adalah sesuatu yang bisa dipelajari, bukan? Tak perlu repot-repot menggunakan alat, dengan tiga tahap sederhana tersebut Anda sudah bisa perlahan mengenali who are your true friends. Just be ready with the result and maintain your good relationship with others.

Share This Article