Waspada Bridezilla Syndrome pada Calon Pengantin | Breaktime
Waspada Bridezilla Syndrome pada Calon Pengantin!
20.01.2016

Pernikahan merupakan sesuatu yang membahagiakan bersama pasangan dan diharapkan hanya melalui proses ini satu kali saja. Bagi B’timers yang sekarang berlabelkan bride-to-be pasti akan mengalami masa di mana Anda tidak bisa tidur memikirkan prosesi pernikahan. Rasa khawatir tempat resepsi tidak cukup memuat seluruh tamu atau masakan yang menurut Anda tidak cukup sedap untuk disajikan bisa kapan saja menghantui Anda.

Keinginan untuk menghadirkan yang terbaik justru menekan Anda lebih dalam dan membuat B’timers sering menyalahkan orang lain atas sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana Anda. Bahkan tanpa sadar B’timers akan menyalahkan calon suami atas kesalahan yang tidak dia perbuat. Kalau sudah seperti ini, B’timers positif terserang sindrom bridezilla.

Bridezilla syndrome biasanya menjangkit calon pengantin wanita yang terlalu berprinsip bahwa hari pernikahan adalah milik dia. Melalui pemikiran seperti itu, pengantin wanita akan meneror anggota keluarganya sendiri dan keluarga calon pasangan dengan permintaan yang di luar dugaan, seperti cincin nikah harus bernilai sekian juta atau dekorasi yang berlebihan. Jika B’timers memiliki tanda-tanda ini, sebaiknya Anda meresapi beberapa motivasi ini.

Waspada Bridezilla Syndrome pada Calon Pengantin | Breaktime
Ketidakpuasan menjadi pemicu bridezilla syndrome
  • It’s more than ‘perfect wedding’

Pernikahan bukan berarti B’timers merayakannya seperti pesta putri kerajaan. Jika definisi kesempurnaan hanya sebatas itu, Anda salah besar. Coba lihat kembali alasan kenapa Anda memutuskan menikahi pria yang menjadi pilihan Anda saat ini. Bukankah untuk hidup bersamanya dalam suka dan duka adalah esensi dari sebuah ikatan? Rilekskan diri Anda dari pikiran buruk yang mungkin menghantui, dan nikmati prosesnya dengan menyenangkan.

  • Percayalah

Anggota keluarga, terutama yang senior, sudah memiliki pengalaman dalam mengatur sebuah acara pernikahan. Tentunya mereka dengan senang hati membantu terwujudnya kebahagiaan Anda. Maka B’timers cukup memberikan arahan kepada mereka untuk membantu Anda, dan pastikan untuk mempercayai mereka sepenuhnya. Percayalah mereka tidak akan menjatuhkan anggota keluarga sendiri.

  • Prioritas

Tuntutan yang tidak pasti tentunya membebani pihak pasangan dan keluarga, maka pikirkanlah baik-baik. Jika Anda memilih dekorasi super megah sementara dana yang ada tidak memungkinkan untuk itu, sebaiknya jangan dilakukan. Selain itu, B’timers tentu memiliki target tersendiri untuk sebuah pernikahan yang indah. Jika tidak berjalan sesuai rencana Anda, belajarlah untuk mengikhlaskannya.

  • Rencanakan pernikahan bersama

Pernikahan bukan hanya milik Anda, tetapi milik pasangan Anda, milik keluarga kedua belah pihak. Maka rencanakanlah bersama, lakukan diskusi bagaimana sebaiknya pernikahan Anda berlangsung. B’timers juga bisa memercayakan hari spesial Anda pada event organizer yang Anda yakini mampu memberikan pernikahan terbaik untuk Anda. 

Waspada Bridezilla Syndrome pada Calon Pengantin | Breaktime
Ingatlah Anda akan menyongsong hari bahagia bersamanya

Menjadi pengantin tentu menjadi impian semua perempuan di dunia ini. Anda tidak ingin menjadi pengantin dengan sindrom bridezilla, bukan? Oleh karena itu, jangan terlalu ambil pusing tentang acara pernikahan Anda. Lakukan sesuai dengan budget yang B’timers miliki, banyaklah tersenyum dan jadilah wanita paling bahagia di pelaminan. Have a great wedding, ladies! (ft)

Share This Article