Tips Seks bagi Orangtua yang Baru Punya Momongan | Breaktime
Tips Seks untuk Orangtua yang Baru Punya Momongan
13.04.2016

Seks adalah salah satu kebutuhan manusia yang mendasar, lho. Khususnya bagi pasangan yang sudah menikah. Nah, pasca menikah dan memiliki anak, tentu kehidupan seks B’timers dan pasangan jadi berbeda. Bisa dibilang, kehadiran buah hati kadang menyurutkan ritme seks Anda berdua, entah karena alasan takut tertangkap basah anak saat sedang berhubungan, atau memang mengurus si kecil sangat menyita waktu Anda.

Nah, meski baru saja memilki momongan, tak berarti kehidupan seks Anda dan pasangan harus menjadi korban. Agar rutinitas seks tetap bisa dinikmati, ini tipsnya:

Membuat jadwal di kalender

Mungkin terdengar berlebihan dan tak biasa, namun ini sangat penting, lho. Malam hari adalah waktu terbaik, dan tunggu sampai anak Anda sudah benar-benar tidur. Hindari menyalakan TV hingga setelah hubungan seks selesai, sebab TV kadang terlalu menggoda untuk dilewatkan setelah Anda lelah menidurkan anak. Jadikan seks prioritas Anda dan pasangan.

Manfaatkan sela waktu di siang hari

Ini bisa Anda lakukan saat liburan atau akhir pekan misalnya. Daripada menghabiskan waktu di siang hari untuk bersih-bersih dan membereskan rumah, Anda bisa meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan pasangan, lho, demikian disampaikan Tristan Weedmark, Global Passion Ambassador We-Vibe.

Tips Seks bagi Orangtua yang Baru Punya Momongan | Breaktime
Meski punya momongan, rutinitas seks bisa tetap terjaga, kok.

Tempat tidur jadi zona bebas anak

Memang lebih mudah menidurkan anak di tempat tidur bersama kedua orangtuanya. Namun, ini memastikan Anda akan sulit melakukan rutinitas seks. Pastikan anak tidur di tempat tidur mereka sendiri di kamar, dan kunci kamar tidur Anda agar kegiatan seks Anda aman dan nyaman.

Manfaatkan quickie dengan maksimal

Ya, tentu menggairahkan jika menyalakan lilin, memutar musik dan menghabiskan malam yang romantis bersama. Tapi, bisa dibilang hal tersebut cukup sulit jadi nyata, khususnya bagi para orangtua di zaman serba cepat dan sibuk ini. Jadi, waktunya manfaatkan quickie sex, terutama jika Anda hanya memiliki free-time beberapa menit untuk berhubungan intim dengan pasangan.

Bagaimana jika lupa mengunci pintu dan anak masuk ke kamar?

Well, kadang ini menjadi hal yang tak bisa dihindari. Namun, jika sudah terlanjur terjadi, B’timers bisa menjelaskan pada anak sesuai usia mereka. Misalnya, pada anak yang masih kecil katakan, “Ayah dan Ibu sedang berduaan,”, untuk anak yang lebih besar atau lebih tua Anda bisa katakan, “Ayah dan Ibu sedang bermesraan.”

Ya, sebenarnya yang terbaik adalah tak menutu-nutupi tentang seks kepada anak-anak. Sebab, mereka perlu tahu bahwa seks memang penting, B’timers, terutama bagi hubungan pernikahan. Ini bisa menjadi sebuah langkah untuk memberikan edukasi seks kepada anak. (md)

Share This Article