Jatuh Cinta Juga Dipengaruhi Feromon | Breaktime
Tidak Hanya Faktor Fisik Saja, Jatuh Cinta Juga Dipengaruhi Feromon
13.12.2015

Apa yang membuat B’timers menyukai seseorang? Mungkin jawaban yang paling banyak muncul adalah karena ia tampan atau cantik, memiliki tubuh ideal, atau berkepribadian menarik. Akan tetapi menurut penelitian, rasa cinta itu muncul dikarenakan feromon yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Feromon adalah senyawa kimia yang muncul dalam wujud bebauan yang dikeluarkan tubuh.

Dalam dunia hewan, feromon berfungsi sebagai sarana untuk menandai wilayah kekuasaan, sebagai penanda ketika muncul marabahaya sampai dengan sebagai daya tarik seksual. Namun pada tubuh manusia, feromon lebih condong sebagai penarik perhatian lawan jenis.

Menurut Peter Pugliese, MD, PhD, seorang konsultan psikolog dari Philosophy Cosmetics, walaupun terlihat menjijikan atau tidak menyenangkan bagi orang lain, akan tetapi feromon milik pasangan sendiri memiliki bebauan khusus yang dapat memantik stimulasi seksual sampai dengan fantasi romantisme.

Bagi seseorang yang masih single, ketika dia mulai menyukai atau menaruh hati terhadap seseorang, hal tersebut disebabkan salah satunya karena bau tubuh orang yang disukainya tersebut memiliki kecocokan dengan sensitivitas hidung dan reseptor dalam tubuh.

Setelah otak menerima sinyal dan rangsangan akan bebauan khusus, maka seseorang akan menunjukkan peningkatan aktivitas fisik atau berkeinginan untuk memeluk, mencium sampai dengan melakukan hubungan seksual.

Jatuh Cinta Juga Dipengaruhi Feromon | Breaktime
Feromon bisa menimbulkan keinginan untuk melakukan kontak fisik

Selain mempengaruhi rasa suka atau cinta, feromon dalam tubuh juga memiliki peran dalam masa subur. Seorang wanita yang memiliki aktivitas bercinta lebih sering, maka siklus menstruasinya juga akan lebih lancar dibandingkan dengan yang tidak.

Para wanita yang siklus menstruasinya lancar, maka tingkat kesuburannya juga lebih tinggi karena ada penundaan turunnya tingkat estrogen dalam tubuh. Hal tersebut disebabkan karena feromon yang dihasilkan oleh pria juga mempengaruhi naik turunnya estrogen wanita.

Setiap manusia memiliki bau badan yang berbeda-beda dan ketika feromon tubuh bercampur dengan parfum yang digunakan, maka akan melahirkan suatu bau yang khas tersendiri. Walaupun 2 orang menggunakan wewangian yang sama, namun pasangan masing-masing dapat menemukan mana orang yang dicintainya dengan cepat karena perbedaan bau badan yang dimilikinya tersebut. (das)

Share This Article