Tanda-Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan | Breaktime
Tanda-Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan
25.12.2015
“Emotional abuse is just as bad ad physical abuse. Worse! Yo can heal broken bones; you can’t heal a broken mind.”—Dia Reeves

Saat pertama menjalin hubungan dengan seseorang, mungkin untuk pertama kalinya Anda merasa diri begitu dicintai dan penuh arti. In short, you’re excited. Canda tawa dan semua kenangan manis yang dilakukannya seolah menjadi jawaban atas pencarian dan penantian Anda selama ini.

Namun, bagaimana bila semua momen manis itu membutakan Anda untuk melihat karakter asli pasangan? Bahkan, B’timers pun jadi tidak sadar bahwa selama ini tengah mengalami yang namanya emotional abuse.

Yap, dalam dunia psikologi kekerasan dalam hubungan memang bisa terjadi dalam bentuk yang beragam. Mulai kekerasan fisik, kekerasan verbal, hingga kekerasan emosional. Kekerasan emosional terjadi ketika pasangan sering menyalahkan Anda dan membuat B’timers berpikir bahwa diri begitu hina tanpa arti. Berikut tanda-tanda Anda mengalami kekerasan emosional dalam hubungan:

Tanda-Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan | Breaktime
Sering disalahkan adalah bentuk kekerasan emosional paling nyata
  • Pasangan merendahkan Anda di depan banyak orang
  • Pasangan sering meremehkan semua opini, ide, saran, dan kebutuhan Anda
  • Pasangan sering menggunakan sarkasme untuk membuat Anda down atau sekadar bercanda kelewat batas
  • Pasangan sering menilai Anda terlalu sensitif untuk mengaburkan kekerasan emosional yang dilakukan
  • Pasangan mencoba untuk mengendalikan Anda dan memperlakukan B’timers layaknya anak kecil
  • Pasangan sering mengomentari setiap gerak-gerik Anda
  • Pasangan sering menertawakan prestasi, harapan, serta mimpi-mimpi Anda
  • Pasangan menekankan bahwa Anda selalu salah dan dia berada di pihak yanag benar
  • Pasangan sering memasang mimik tak bersahabat melalui eskpresi wajah atau gerak tuuhnya
  • Pasangan sering menyoroti kesalahan, cela, atau kelemahan Anda

Nah, adakah dari poin-poin di atas yang akhir-akhir ini kerap Anda rasakan bersama dengan pasangan? Langkah awal untuk memperbaiki hubungan yang tidak sehat ini adalah memintanya untuk bicara secara dewasa.

Dudukkan permasalahan dengan jelas dan tanyakan sebenarnya apa yang membuat dia bersikap demikian. Ungkapkan pula ketidaknyamanan Anda atas semua perlakuannya selama ini yang bikin Anda berpikir tidak berguna. Sebab, ia sama sekali tidak berhak untuk membuat Anda rendah diri dan tidak berarti.

Jika cara ini tidak berhasil, cobalah untuk meminta perantara dari sahabat atau keluarga yang ia hormati. Namun, bila masih juga belum berhasil, mungkin inilah kesempatan terakhir Anda mempertahankan diri sebagai pasangannya. Putuskan hubungan dengannya dan carilah orang lain yang mampu memahami seberapa berartinya diri Anda. (vsc)

Share This Article