Berdamailah dengan Mantan Kekasih Pasangan Anda | Breaktime
Stop Acting Like A Psycho! Berdamailah dengan Mantan Kekasih Pasangan Anda
13.12.2015

Jarang ada orang yang hanya sekali menjalin hubungan dan langsung berlanjut ke jenjang pernikahan dan bersama sampai akhir hayat. Pada umumnya, akan ada jatuh cinta, putus hubungan, jatuh cinta lagi, berakhir lagi sampai akhirnya menemukan orang yang tepat untuk dijadikan suami atau istri.

Di fase-fase berpacaran atau yang sudah menikah, ada kalanya seseorang memiliki rasa tidak suka terhadap mantan kekasih dari pasangannya tersebut. Walaupun jika ditanya apa yang membuat tidak suka, terkadang tidak ada alasan pasti.

Dan ternyata, rasa tidak suka ini lebih banyak dialami oleh para wanita dibandingkan pria. Dengan insting seorang ‘detektif,’ para wanita akan melakukan banyak hal, seperti psycho-stalker sampai dengan private detective mode untuk mencari tahu seperti apa mantan si dia tersebut dulu dan sekarang.

Tapi tahukah Anda, membenci seseorang yang bahkan tidak Anda kenal termasuk tidak sehat dan dapat dikatakan straight-up crazy. Tidak ada gunanya membenci mereka yang sudah menjadi mantan kekasih pasanngan. Kenapa? Ini alasannya.

Dia sudah menjadi ‘milik’ Anda, bukan miliknya lagi

Tentunya, jika si dia masih cinta, suka atau ingin bersama dengan sang mantan, maka ada banyak cara untuk melakukannya, bukan? Tapi dia kini memilih untuk tetap bersama Anda sampai sekarang. Jadi, kenapa Anda hrus menghancurkan hubungan dan membuang waktu untuk stalking mantan pacar pasangan?

Berdamailah dengan Mantan Kekasih Pasangan Anda | Breaktime
Berhentilah stalking mantan pacar pasangan Anda

Buang-buang waktu

Ada tipe-tipe orang yang menganggap jika suatu hubungan dengan seseorang telah berakhir, maka akan tetap menjalin hubungan sebagai teman dan tidak mau bermusuhan Tapi ada pula yang akan menganggapnya sebagai ‘sampah’ yang tidak perlu lagi diperhatikan. Tetapi jika si mantan kekasih dari pasangan Anda sudah menganggap segala sesuatunya berakhir, lalu untuk apa B’timers menyakiti diri dengan menjadi stalker?

Memperkeruh hubungan

Dengan membenci atau menjadi psycho-stalker dan ketika si dia mengetahuinya, maka hubungan yang awalnya harmonis dan romantis akan runyam. Hal-hal kecil semacam ini dapat menyulut pertengakaran besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan si dia akan merasa jengah dengan perilaku Anda karena terlalu over possessive atau merasa B’timers tidak percaya bahwa dia sekarang sudah setulus hati menyerahkan cintanya kepada Anda.

Berkompetisi memang menyenangkan, akan tetapi tidak semua hal dalam hidup dapat dijadikan kompetisi karena justru dapat menyakiti diri sendiri atau merusak hubungan. Maka daripada membenci mantan-mantan si dia, ada baiknya Anda fokus untuk membangun dinasti sendiri sampai ke jenjang yang lebih serius. (das)

Share This Article