Sikap Egois Dalam Hubungan, Hmm, Boleh Tidak, Ya? | Breaktime
Sikap Egois Dalam Hubungan, Hmm, Boleh Tidak, Ya?
15.01.2016

Pasangan melupakan janji dinner romantis akhir pekan, karena sibuk dengan koleksi video game terbarunya? Pastinya kecewa dan merasa si dia tidak lagi sehangat dulu, ya B’timers. Lalu, bagaimana cara terbaik menghadapi orang yang seperti itu?

Sesekali menjadi egois ternyata tidak masalah, apalagi dalam suatu hubungan. Tapi, apakah ada tempat untuk egois di dalam hubungan asmara?

Apa penyebab orang menjadi egois?

Selfish merupakan sifat negatif yang pastinya dimiliki setiap orang. Meskipun sudah cukup sering mendengar agar tidak egois sama sekali, tapi masih banyak orang yang menjadi korban keegoisannya sendiri.

Mereka yang egois hanya memikirkan dirinya sendiri dan menolak untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Jika egois karena tidak dapat berbuat sesuatu atau mungkin tidak mau mengorbankan diri Anda demi hal lain, sebenarnya tidak terlalu buruk, kok.

Egois dalam sebuah hubungan

Ketika sedang menjalin asmara dengan seseorang, biasanya kita akan merasa bersalah ketika hanya memikirkan diri sendiri. Bahkan ketika kita tidak menyadari hal tersebut.

Bila pasangan pernah merasakan merekalah yang paling sering memberi, sementara Anda hanya bisa menerima saja, hanya tinggal menunggu waktu saja hingga hubungan Anda mulai kandas. Dan memang, keseimbangan dalam sebuah hubungan itu penting.

Kapan Anda boleh egois?

Apakah ada waktunya ketika keegoisan dapat dimaklumi atau bahkan diperlukan dalam sebuah hubungan? Jawabannya: of course, there is.

  • Ketika pasangan tidak menghabiskan cukup quality time dengan Anda

Agar sebuah hubungan berjalan baik, Anda dan pasangan harus sama-sama menginvestasikan waktu berdua. Bahkan ketika Anda menjalankan hubungan jarak jauh atau sedang memiliki masalah dalam berkomunikasi, Anda berkewajiban untuk menghabiskan waktu bersama dengan pasangan.

  • Ketika Anda merasa cukup kuat untuk mengambil sebuah keputusan yang mengganggu Anda

Melakukan sesuatu yang tidak disukai pasangan bisa dianggap satu bentuk keegoisan. Terkadang, insting kita merupakan petunjuk paling penting, apakah keputusan yang Anda ambil tepat atau tidak. Jika Anda sudah siap dengan konsekuensinya, inilah saat untuk being selfish.

  • Ketika Anda tidak memiliki apapun untuk diberikan

Waktu, energi, dan uang adalah beberapa hal yang dapat dibagi dengan pasangan. Jika Anda tidak memiliki apapun yang dapat diberikan pada pasangan, it’s also okay to be selfish. Anda tidak dapat mengabaikan diri sendiri demi pasangan jika itu berarti Anda akan kehilangan lebih banyak.

Sikap Egois Dalam Hubungan, Hmm, Boleh Tidak, Ya? | Breaktime
Luangkan waktu untuk menikmati me time
  • Ketika Anda merasa sedih

Saat Anda merasa tidak bahagia dan pasangan pun tidak menampakkan tanda akan membantu, Anda harus melakukan sesuatu sendiri. Lalu temukan kebahagiaan yang Anda butuhkan.

  • Ketika Anda memberikan terlalu banyak

Memberi terlalu banyak dapat merugikan Anda. Beberapa orang berpikir itulah cara terbaik dalam hidup. Namun, terlalu banyak memberi berarti Anda tidak menyisakan sedikitpun untuk diri sendiri. Karena itu, jadilah egois.

So, itulah sejumlah alasan di mana Anda boleh bersikap egois dalam hubungan, B’timers. Namun yang perlu diperhatikan jangan sampai demi bisa menyenangkan diri sendiri, Anda justru menyakiti pasangan atau orang dekat lainnya, ya? (NO)

Share This Article