Selalu Gagal Move On? Ciri Seorang Exaholic! | Breaktime
Selalu Gagal Move ? Ups, Mungkin Anda Seorang Exaholic!
10.11.2015

B’timers mungkin punya seorang teman yang putus dengan pacarnya dan tak pernah bisa move on. Alasannya karena ia sudah terlanjur sangat sayang kepada sang mantan dan menganggapnya segalanya, dan saat ia pergi rasanya semua takkan pernah sama dan bahkan teman Anda seakan tak bisa mengenal dirinya sendiri lagi.

Tentu itu membuat Anda bertanya-tanya sendiri, apa ia tak bisa berpikir jernih atau ia memang kecanduan dengan sang mantan? Menurut Dr. Lisa Marie Bobby, terapis pernikahan dan keluarga sekaligus penulis Exaholics: Breaking Your Addiction to an Ex Love, punya perasaan terikat dengan hubungan yang telah berakhir bisa jadi seperti “kecanduan heroin atau kokain atau alkohol.”

Terkadang, seseorang jadi sangat kecanduan dengan orang yang ia anggap segalanya baginya, dan saat hubungan itu harus berakhir, mereka sampai-sampai merasa seakan tidak mengenal diri mereka sendiri lagi. Mungkinkah Anda seorang exaholic? Ini tanda-tanda yang bisa Anda amati:

Selalu Gagal Move On? Ciri Seorang Exaholic! | Breaktime
Exaholic akan sangat sulit move on dari hubungan yang telah berakhir

Saat putus, rasanya seluruh hidup Anda hancur dan tak ada lagi yang tersisa

Sudah pasti, hampir setiap orang merasakan ini saat hubungannya harus putus. Namun, saat hubungan seorang exaholic berakhir, mereka seperti “kehilangan pusat kehidupan mereka” dan membutuhkan dukungan dari orang lain agar mereka tak merasa kehilangan segalanya yang mereka miliki, karena memang tidak seperti itu.

Anda mengubah kebiasaan-kebiasaan Anda untuk mengenang masa lalu

Ini bisa jadi mengarah kepada hal-hal negatif seperti minum alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, atau bahkan mencoba kembali menjalin hubungan percintaan, semuanya hanya demi mempertahankan tingkat dopamin dalam sistem Anda yang terasa saat Anda masih bersama sang mantan. Pada dasarnya, tanpa perasaan itu Anda seakan tak bisa hidup dan selalu berjuang menggantikan perasaan tersebut.

Anda merasa harus menghitung berapa hari yang sudah dilalui tanpa mengontak sang mantan

Bukan berarti ini tidak sehat sama sekali, namun orang yang bukan merupakan exaholic cenderung lebih mudah move on saat putus dengan pacarnya. Namun, jika Anda seorang exaholic, Anda mungkin merasa harus menghitung berapa lama Anda “menderita” atau bisa jauh dari sang mantan, seperti yang dilakukan seorang pecandu.

Jika Anda merasakan tanda-tanda di atas terjadi pada Anda, sebaiknya isi kekosongan dari hubungan masa lalu tersebut dengan hubungan baru yang benar-benar sehat, buat diri Anda lebih kuat dan lebih cerdas sehingga Anda bisa menjadi partner yang lebih baik bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Well, sudah siapkah B’timers untuk move on? (md)

Share This Article