Sakit Kepala Saat Seks? Ini yang Terjadi! | Breaktime
Sakit Kepala Saat Seks? Ini yang Terjadi!
16.02.2016

Sakit kepala bisa terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu seperti flu ataupun karena tubuh sedang kecapekan. Namun, bagaimana dengan sakit kepala saat seks? Berbahayakah bagi kondisi tubuh? Apa yang sebenarnya terjadi dan menjadi pemicu? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu sakit kepala seksual?

Sakit kepala jenis ini kerap terjadi sebelum, saat atau setelah orgasme selama hubungan seksual. Umumnya sakit kepala ini akan terjadi dibagian belakang kepala, satu sisi seperti migrain, atau bahkan diseluruh bagian kepala. Sakit yang ditimbulkan berupa rasa nyeri, tekanan pada kepala atau menusuk yang sangat parah.

Kondisi ini memiliki nama lain seperti sephalgia coital, sephalgia orgasmic, orgasmic thunderclap, orgasmic migraine, sakit kepala coital ataupun sakit kepala seksual. Penyebabnya pun bermacam-macam termasuk kondisi medis dan penggunaan obat-obatan.

Sakit Kepala Saat Seks? Ini yang Terjadi! | Breaktime
Sakit kepala seksual dapat dipicu oleh banyak hal

Siapa yang berisiko?

Pria ataupun wanita memiliki risiko yang sama terhadap sakit kepala saat seks. Beberapa orang mungkin mengalaminya secara teratur atau sering. Sedangkan beberapa orang lain hanya mengalami sakit kepala ini beberapa kali saja.

Penyebab sakit kepala seksual

Terdapat beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya sakit kepala seksual, salah satunya adalah kondisi medis. Mereka yang memiliki sakit kepala ataupun migraine dapat mengalami sakit kepala ini saat berhubungan seksual dengan risiko yang lebih tinggi.

Selain kondisi medis, penggunaan obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko sakit kepala seksual. Penggunaan pil KB, Amiodarone dan pseudoefedrin juga dapat memicunya. Begitu pula dengan pil ganja, alkohol, serta obat-obatan yang dapat mengurangi disfungsi ereksi seperti Viagra.

Sakit Kepala Saat Seks? Ini yang Terjadi! | Breaktime
penggunaan pil KB dapat meningkatkan risiko

Apakah berbahaya?

Sakit kepala seksual bisa terjadi karena pengaruh kondisi medis ringan ataupun penggunaan obat-obatan. Namun, beberapa kasus juga mengarah pada kondisi kesehatan yang lebih serius. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi, antara lain, pendarahan otak, tekanan darah rendah, penyakit tulang belakang serius, dan radang otak.

Tanda bahaya biasanya disertai dengan muntah, leher kaku, koordinasi tubuh menurun, dan merasa kebingungan di samping sakit kepala yang terjadi. Jika ini terjadi, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Meskipun sakit kepala saat seks bisa menjadi berbahaya dan cukup mengganggu aktivitas seksual, namun penyakit ini bisa dicegah dan diobati. Untuk prosedur pencegahan dan pengobatan yang tepat, konsultasikan pada ahli medis ya, B’timers. (dfr)

Share This Article