Revolusi Seks Hugh Hefner, Mendiang Bos Playboy | Breaktime
Revolusi Seks Hugh Hefner, Mendiang Bos Playboy
16.10.2017

Lahir dari keluarga konservatif Amerika, Hugh Hefner mengawali karirnya di dunia penerbitan dengan menjadi copywriter untuk majalah Esquire. Namanya melejit ketika dia mempertaruhkan segalanya untuk mendirikan majalah Playboy yang masih kontroversial hingga kini. Tak hanya mempublikasikan foto-foto bernuansa telanjang seperti yang telah banyak dikenal masyarakat awam, Playboy juga secara rutin mengangkat isu kebebasan ekspresi seksual hingga permasalahan sosial lainnya. Selain menjadi pioneer dalam majalah yang secara terbuka mengangkat isu pornografi, Playboy rupanya juga mempelopori berbagai pembaharuan lainnya terkait seksualitas.

Wafat pada 27 September 2017 di usia 91 tahun, Hugh Hefner melalui majalah Playboy yang pertama kali dirilis pada tahun 1953 telah mengawali era keterbukaan seksual pada masa ketika seks masih menjadi barang yang sangat tabu. Sebenarnya, majalah pornografi pada masa itu telah banyak dijual mesti masih diedarkan secara sembunyi-sembunyi. Jangankan kebebasan orientasi seksual, masturbasi saja masih dianggap sebagai suatu penyimpangan seksual. Jauh sebelum era Internet dan distribusi pornografi secara luas di dunia maya, Hugh Hefner secara terbuka berpendapat bahwa seks dan kepuasan seksual merupakan hal yang sama pentingnya bagi peradaban manusia seperti pencapaian intelektual dan kebebasan berpendapat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Ladies, Sex Habit Ini Ternyata Dibenci Para Pria

Dengan menerbitkan foto-foto wanita telanjang di halaman yang ebrsebelahan dengan artikel mengenai perjuangan hak-hak sipil dan Perang Vietnam, Hugh Hefner membuktikan bahwa seksualitas bukanlah hal yang perlu disembunyikan. Menurutnya, pornografi sekalipun merupakan salah satu wujud kebebasan berekspresi. Ironisnya, sejak tahun 2015, Playboy memutuskan untuk tak lagi mempublikasikan foto-foto wanita telanjang karena mengaku kalah dengan persaingan pornografi di Internet. Tentu saja, tanpa keberadaan Hugh Hefner dan majalah Playboy, situs pornografi seperti Pornhub dan xHamster tak akan mendapatkan pamornya yang seperti sekarang. 

Revolusi Seks Hugh Hefner, Mendiang Bos Playboy | Breaktime
Sosok Hugh Hefner sang Bapak Playboy di masa muda

Hal sederhana seperti mencukur rambut kemaluan nampaknya tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ekspresi seksual hingga isu LGBTQ+. Padahal, rambut kemaluan wanita yang dicukur rapi merupakan salah satu penanda dimulainya revolusi seksual. Mencukur rambut kemaluan saat itu dianggap sebagai hal yang tidak senonoh karena hal itu hanya dilakukan oleh para pekerja seks komersil. Playboy pun tak serta-merta menjadikan shaved pubic hair sebagai suatu norma baru, hingga Hugh Hefner menciptakan istilah Pubic Wars untuk menandai era keterbukaan seksual, termasuk kebebasan dalam hal mencukur rambut kemaluan.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Traveling Saat Masa-Masa Kehamilan, Siapa Takut?

Meski terlihat tak berkaitan, mencukur rambut kemaluan pada masa itu dianggap tabu karena akses visual menuju bagian dalam vagina dan vulva akan sepenuhnya terlihat. Berkat pendapat pribadi Hugh Hefner serta mayoritas model Playboy yang mulai berani mencukur rambut kemaluan mereka, hal tersebut perlahan menjadi suatu pandangan umum di masyarakat bahkan menjadi standar di industri pornografi. Tak hanya wanita, mencukur rambut kemaluan juga menjadi kebiasaan yang perlahan menjalar ke gaya hidup kaum adam.

Melalui Revolusi Seksual yang secara resmi diluncurkan pada tahun 1970-an, Hugh Hefner menyatakan dengan lantang bahwa dirinya merasa bangga karena telah mengubah pandangan masyarakat mengenai pradigma seksual secara umum. Hugh Hefner membuka mata dunia bahwa premarital sex dan hidup bersama sebagai sexual partner di luar ikatan pernikahan merupakan hal yang sama sekali tidak tabu, bahkan terbilang wajar. Bagi Hugh Hefner, hidup bersama sebelum atau di luar menikah, sama halnya dengan premarital sex, merupakan hal yang perlu dilakukan sebagai bentuk eksplorasi personal.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Swipe Left Tinder yang berujung Tindstagramming

Didukung dengan penemuan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tak direncanakan, perilaku premarital sex juga membuka jalan bagi kemunculan berbagai aplikasi dating dan hookup. Tanpa adanya Playboy dan pandangan Hugh Hefner yang mendobrak dalam hal seksualitas, berbagai dating apps seperti Grindr, Tinder, Bumble, dan OkCupid tak akan eksis dan sepopuler sekarang ini. Tak hanya hanya kebebasan ekspresi seksual heteronormatif, Hugh Hefner juga mengkampanyekan kebebasan berbagai orientasi seksual.

Revolusi Seks Hugh Hefner, Mendiang Bos Playboy | Breaktime
Salah satu edisi awal majalah Playboy yang menampilkan foto-foto telanjang Marilyn Monroe

Selain mengakui eksperimen same-sex yang pernah dilakukannya sendiri, Hugh Hefner juga mempublikasikan berbagai artikel mengenai dukungannya terhadap LGBTQ+ dan kampanye yang menentang anti-sodomi dan HIV/AIDS awareness juga menunjukkan dukungannya terhadap kebebasan ekspresi seksual dalam berbagai bentuk. Baginya, tanpa adanya kebebasan untuk memilih sexual partner dan orientasi seksual, peradaban manusia akan kembali ke masa puritan sekaligus menggagalkan Revolusi Seksual yang dicanangkannya sendiri.

Berbagai hal tersebut hanya sedikit dari sekian banyak isu kebebasan seksual dan pornografi secara umum yang dipopulerkan dan dirintis oleh Hugh Hefner melalui Playboy. Terlepas dari berbagai kontroversi yang melingkupinya, mendiang editor-in-chief majalah Playboy akan selalu dikenang sebagai seorang pembaharu di dunia pornografi dan seksualitas secara luas. (dee)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE