Posesif dalam Hubungan Boleh Kok, Asal ....... | Breaktime
Posesif dalam Hubungan Boleh Kok, Asal .......
21.09.2015

Ketika B’timers sangat mencintai seseorang, secara alami akan terbentuk rasa posesif dalam diri Anda. Tapi, Anda pasti sering bertanya-tanya, sebetulnya baik atau tidak ya, bersikap posesif dalam sebuah hubungan? Jika Anda sering bertanya-tanya tentang hal ini, sekarang waktunya bertanya pada diri Anda sendiri.

Beberapa orang merasa posesif itu perlu sebagai bukti cinta, banyak juga yang merasa posesif akan menghancurkan hubungan yang sebenarnya baik-baik saja. Untuk itu, coba tanyakan 5 hal ini pada diri Anda:

1 Apakah ada ruang untuk tiap individu dalam hubungan?

Setiap individu membutuhkan ruangnya sendiri tanpa ada ikut campur dari pihak lain, termasuk pasangannya. Jika Anda posesif, tapi masih memberi pasangan ruangan untuk mengurus hal-hal pribadinya dan ini tak menganggunya, berarti sikap posesif Anda masih dalam batas wajar.

2 Apakah Anda mengikat erat pasangan Anda?

Meskipun sebuah hubungan merupakan ikatan antara dua orang, sekali lagi tiap orang membutuhkan kebebasan mereka. Jika Anda memintanya untuk melaporkan apapun yang dia kerjakan, pasangan Anda pasti akan merasa terganggu dan tidak nyaman. Jika begini, tandanya sikap posesif Anda terlalu berlebihan.

3 Apakah Anda banyak bertanya?

Setiap orang, seringkali melakukan aktivitas spontan tanpa merencanakannya terlebih dahulu, termasuk pasangan Anda. Ketika ia melalukan aktivitas spontan, seperti misalnya keluar bersama teman-temannya, ingat kembali apa saja yang Anda tanyakan padanya. Apakah itu pertanyaan wajar, seperti dengan siapa dia keluar, ke mana dia keluar, atau pertanyaan yang berakhir pertengkaran? Jika pertanyaan yang Anda ajukan memicu pertangkaran, coba koreksi sekali lagi diri Anda.

Beri dia kepercayaan Anda sebagai bukti cinta
Beri dia kepercayaan Anda sebagai bukti cinta

4 Apakah Anda percaya padanya?

Pernahkah dia menyembunyikan sesuatu dari Anda dengan alasan tertentu? Ketika dia menjelaskan alasannya, apakah Anda mempercayainya? Jika tidak, bisa saja Anda terlalu negative thinking. Hal ini termasuk salah satu tanda bahwa Anda terlalu posesif.

5 Apakah Anda memaksa untuk mengubahnya?

Setiap orang pasti menginginkan pasangan yang baik sesuai kriteria masing-masing. Tak ada salahnya meminta pasangan Anda untuk melakukan hal-hal baik dan melenyapkan sifat buruknya. Namun, ketika Anda memaksa bukan meminta, ini tandanya Anda telah berlebihan. Jika memang Anda tidak bahagia dengannya, kenapa tidak dengan yang lain saja?

Bagaimana jawaban B’timers terhadap 5 pertanyaan di atas? Posesif yang paling tepat adalah ketika kedua belah pihak merasa istimewa, dicintai dan mencintai dengan bahagia. Bagaimanapun, hubungan yang sehat adalah ketika tiap individu bisa mengekpresikan dirinya dengan bebas dan saling percaya.

Share This Article