7 Tahap Pernikahan yang Anda Akan Alami | Breaktime
Para Pengantin Baru, Anda Akan Alami 7 Tahap Pernikahan Ini
22.12.2015

Ada yang mengatakan bahwa pernikahan adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup. Namun tak sedikit juga yang beranggapan bahwa beban hidup terberat di dapat setelah menjalani biduk rumah tangga. Kendati demikian, pernikahan adalah hal yang sulit untuk dihindari kan, B’timers?

Bagi kebanyakan orang yang sudah berumah tangga, masa paling sulit mereka ada pada 1 tahun pertama setelah pernikahan. Padahal tidak selalu begitu. Pada umumnya, pernikahan setidaknya akan mengalami 7 tahap yang akan mereka temui. Jadi para pengantin baru, sebaiknya Anda mempelajari 7 tahap tersebut yang akan kami ulas berikut ini.

Passion

Tahap ini adalah tahap honeymoon di mana Anda sangat jatuh cinta dan bisa menerima pasangan Anda apa adanya. Anda dan pasangan selalu saling memaafkan kesalahan dan bahkan keteledoran hanya akan membuat Anda tertawa bahagia. Anda saling menghargai, meningkatkan kepercayaan dan apapun yang nantinya bisa mendukung hubungan Anda bertahan selamanya.

Realization

Ini adalah tahap berakhirnya tahap honeymoon. Di tahap ini, Anda mulai mengenali kebiasaan pasangan Anda yang selama ini belum terlihat. Untuk pertama kalinya Anda akan merasa kecewa terhadap pasangan Anda dan mulai mengeluh tentang kebiasaan buruk yang pasangan Anda lakukan.

7 Tahap Pernikahan yang Anda Akan Alami | Breaktime
Pertengkaran dalam rumah tangga tak bisa dielakkan

Rebellion

Nah, ini adalah tahap di mana Anda dan pasangan mulai dipenuhi kemarahan. Ketika bertengkar, Anda akan selalu merasa benar dan pasangan Anda yang bersalah. Anda akan menuntut pasangan Anda untuk selalu mengalah. Anda dan pasangan sama-sama memiliki ambisi yang tinggi dan ingin keputusannya adalah keputusan bersama. Lama-kelamaan Anda akan mulai menyadari bahwa Anda sangat merindukan masa di mana Anda belum menikah.

Cooperation

Bagaimanapun, pernikahan harus terus berjalan. Anda mulai menyadari bahwa jika Anda tidak mengendalikan diri, segalanya akan menjadi lebih rumit. Komitmen pribadi tumbuh lebih dalam dan kehadiran anak-anak semakin membuat Anda dan pasangan tersadar. Pada tahap kerjasama ini, pernikahan berubah menjadi bisnis. Anda harus mengesampingkan emosi dan ingat ada tanggungan yang harus dibayar, investasi untuk ditangani, pekerjaan untuk dijalankan, kesehatan untuk dikelola dan yang terpenting, anak untuk dibesarkan.

Reunion

Setelah 10 hingga 20 tahun, bisnis dalam pernikahan tiba-tiba terlupakan. Anda dan pasangan mulai menengok ke belakang dan menyadari bahwa telah banyak hal yang telah dilalui bersama. Melihat anak-anak tumbuh dewasa menyadarkan Anda bahwa ternyata kalian saling mencintai meski diselingi dengan persoalan-persoalan yang menguras emosi.

Explotion

Tahap ledakan dalam rumah tangga Anda terjadi di tahap ini. Saat Anda dan pasanga mulai menua, berhenti dari pekerjaan, masalah kesehatan dan kematian orangtua akan membuat hidup Anda terasa sepi. Di tahap ini, Anda dan pasangan menyadari bahwa satu hal yang bisa menghibur adalah pernikahan, Anda masih memiliki seseorang untuk dicintai dan mencintai Anda.

Completion

Banyak survei menemukan bahwa kebahagiaan perkawinan akan benar-benar terasa setelah beberapa dekade hidup bersama. Para ahli mengatakan bahwa itu karena anak-anak tumbuh dan pasangan saling mengenal dengan sangat baik. Tahap penyelesaian ini membuat Anda dan pasangan melupakan segalanya dan memutuskan bahagai bersama di hari tua. (nap)

Share This Article