Pacaran Beda Umur yang Terpaut Jauh? So, What? | Breaktime
Pacaran Beda Umur yang Terpaut Jauh? So, What?
18.12.2015

Seringkali menjadi satu pergunjingan ketika seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua atau lebih muda sekali umurnya. Mulai mendapatkan cibiran sampai dengan bullyingjuga melengkapi jalinan asmara tersebut.

Akan tetapi, apakah salah menjalin hubungan dengan orang yang umurnya terpaut jauh lebih muda atau lebih tua dari kita?

Well, let’s think about it! Pada dasarnya cinta yang tulus muncul tanpa paksaan apalagi dijadwal kapan mulai atau kapan berakhir. Bukan seperti jailangkung yang datang tak diundang dan pulang minta diantar, cinta lebih kompleks lagi karena susah ditebak mana pangkal atau ujungnya. Misteri ini pun sampai sekarang masih sulit untuk dipecahkan.

Akan tetapi, menurut pada perasaan yang muncul dari dalam hati, cinta dapat datang kapan saja dan meruntuhkan keteguhan keyakinan atau standar yang telah dibuat sebelumnya. Bahkan, tidak ada batasan usia untuk mengenal cinta atau melabuhkan perasaan itu kepada siapa yang tepat.

Memang sih, di zaman dahulu, wanita wajib memilih pria yang usianya lebih tua beberapa tahun dari dirinya dengan harapan bahwa dia dapat membimbingnya ketika membangun rumah tangga, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, sekarang ini, hal tersebut nampaknya tidak lagi berlaku dan dianut karena rata-rata beranggapan bahwa usia tidak lebih sekedar angka saja, sedangkan kedewasaan tidak dapat diukur dari hal tersebut.

Bahkan tidak hanya berdasarkan persepsi saja, berbagai penelitian, seperti yang dilakukan oleh psikolog John M Kelley dan Rebecca A Malouf dari Endicott College atau survey dan angket oleh The Washington Post dan The Boston Globe mengungkapkan bahwa tidak ada efek yang begitu signifikan akan perbedaan umur dalam menjalin suatu hubungan. 

Pacaran Beda Umur yang Terpaut Jauh? So, What? | Breaktime
Tidak ada salahnya untuk merajut tali kasih percintaan dengan siapa saja, walaupun harus berbeda umur terlalu jauh

Secara umum, ketika dua orang sudah menjalin hubungan, maka umur tidak akan menjadi satu hal yang begitu penting untuk dipikirkan, melainkan daya tarik fisik dan kecocokan secara personal.

Mungkin, hanya sekadar persepsi belaka kenapa pria di zaman dahulu lebih memilih untuk memiliki pasangan lebih muda sekitar 5 tahun darinya begitu juga sebaliknya. Hal itu dikarenakan pertumbuhan fisik, mental dan juga psikologis seorang wanita lebih cepat berkembang dibandingkan laki-laki.

Ketika seorang wanita sudah masuk dalam masa-masa remaja atau ABG, pertumbuhan fisik, psikologis dan mentalnya tumbuh lebih cepat dan dewasa dibandingkan laki-laki. Banyak wanita di usia-usia remaja itu mudah sekali mengomeli orang tuanya karena tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan, mengatur segala hal di rumah sampai dengan mulai mengenal cinta secara dewasa, walaupun dari segi umur, mereka belum mencapai hal tersebut. Sedangkan, pria dari kecil sampai tua akan tetap atau sama saja. Boys will be boys.

Disebabkan pemikiran seperti ini, maka dengan jarak usia tersebut, maka orang-orang zaman dahulu percaya bahwa usia memiliki pengaruh terhadap kelanggengan dan keharmonisan rumah tangga. Wanita walaupun berusia muda, dianggap namun memiliki sisi nurturing dan caring yang tinggi untuk mengasuh suami dan anak, merawat rumah sampai dengan menjaga segala hal ketika sang suami berada di luar atau sedang bekerja.

Oleh karenanya, jika B’timers menjalin hubungan dengan orang yang usianya lebih tua atau lebhi muda, tak perlu lagi resah. Selama dia bertanggung jawab dan dapat mengerti bahwa usia bukanlah jarak serta memiliki kedewasaan secara pemikiran juga mental, so, why not? (das)

Share This Article