Nikah vs Mapan, Mana Sih yang Sebaiknya Didulukan? | Breaktime
Nikah vs Mapan, Mana Sih yang Sebaiknya Didulukan?
03.10.2015
“When we seek to ‘complete’ rather than ‘compete’, it is so much easier to cheer each other on!”—Linda K. Burton

Salah seorang penyair Inggris, John Donne, pernah bertutur “no man is an island”. Dalam konsep ini, Donne meyakini bahwa tak ada seorang pun di dunia ini yang ‘mapan’ layaknya sebuah pulau yang bisa berdiri sendiri. Beberapa orang juga mengartikan bahwa tak ada seorangpun yang sanggup hidup sendiri layaknya sebuah pulau.

Rasa “belum genap” inilah yang pada akhirnya mendorong kuat B’timers untuk memimpikan pernikahan. Namun, mendadak keinginan menikah juga dihadapkan pada pertanyaan lain yang bikin dahi keringatan: nikah dulu atau mapan dulu? Nah, beberapa hal berikut bisa bantu mencerahkan hati Anda yang sedang galau:

Baca Juga : JANGAN BIARKAN USIA MENGGEROGOTI KESEHATAN ANDA, CEGAH SEKARANG!

Luruskan cara pandang

Coba tanya diri sendiri, apa sih definisi mapan menurut Anda? Sebab, mapan bukan hanya soal kekayaan atau kepemilikan semata, tetapi juga soal kesanggupan B’timers menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga, lho.

Bagaimana Anda memandang pasangan?

Saat Anda sudah menemukan sosok yang tepat, cobalah kembali bertanya apakah Anda melihatnya sebagai seseorang yang akan menyempurnakan ataukah sekadar pelengkap? Bila ia ia sosok yang bisa menyempurnakan, janganlah ragu untuk melangkah dengannya sekalipun saat ini B’timers belum mapan dalam kategori materi berlimpah.

Selagi Anda berdua memiliki potensi yang bagus, berjuang bersamanya dari titik nol justru bisa jadi pondasi hubungan yang kuat. Di jalan rumah tangga, B’timers bisa saling mendukung sehingga ketika kesuksesan menyapa, tak perlu ada rasa saling merendahkan.

Bila sudah dipikirkan secara matang, mantapkan hati melamar pasangan
Bila sudah dipikirkan secara matang, mantapkan hati melamar pasangan

Mantapkan tanggung jawab

Menikah memang bukanlah cerita roman picisan yang hanya berlandaskan cinta, sebab Anda juga butuh materi untuk bertahan hidup. Namun, ini bukan berarti bahwa Anda harus mengejar semua kebutuhan materi secara sempurna, bukan? Selama Anda memiliki tanggung jawab yang besar, bukan hal mustahil kalau B’timers bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan mantap secara finansial.

Komitmen mewujudkan mimpi

Sebelum menikah, buatlah visi-misi pernikahan secara jelas dan cobalah diskusikan hal ini dengan calon B’timers. Sebab, kemapanan pernikahan nantinya juga didukung dengan kualitas visi-misi yang dibuat dari awal. Setelah semuanya terpetakan dengan baik, barulah Anda kembali menimbang-nimbang sudah saatnya kah Anda melangkah ke jenjang pernikahan.

Pada akhirnya, semua memang kembali pada kesiapan mental dan finansial diri Anda dan calon pasangan. Bila kalian berdua memang memiliki komitmen kuat untuk saling berjuang dari awal dengan mengembangkan karir yang sudah dimiliki sekarang, menikah bisa jadi pilihan hidup untuk segera dijalani.

Share This Article