Nikah Muda dan Mulai Alami Banyak Masalah? Ini Tipsnya! | Breaktime
Nikah Muda dan Mulai Alami Banyak Masalah? Kenali Tipsnya!
23.10.2015

Menikah muda memang keputusan besar sekaligus menjadi pilihan indah sebab kini Anda punya si dia yang selalu setia menemani. Namun, sebahagia apapun pernikahan, pastinya tak luput dari cek-cok. Terlebih di masa muda ketika emosi begitu tinggi dan B’timers belum bisa memahami satu sama lain sepenuhnya. Nah, berikut tips menghindari pertengkaran hebat saat menikah muda:

Utamakan komunikasi

Adakalanya Anda merasa jengkel dengan sikap pasangan yang jauh dari ekspektasi sebelumnya. Alih-alih langsung melampiaskan dengan amarah, cobalah untuk mengkomunikasikan dengan baik akan sikapnya yang kurang nyaman di hati Anda. Ajak pasangan sama-sama mencari solusi dengan tenang sebelum mengumbar emosi.

Nikah Muda dan Mulai Alami Banyak Masalah? Ini Tipsnya! | Breaktime
Cobalah untuk berkomunikasi dengan baik

Jangan meninggikan suara

Banyak orang yang merasa dirinya sangat terpukul ketika orang yang dicintai dan dibelanya mati-matian tega membentaknya karena masalah sepele. Akibatnya, masalahpun makin membesar dan bikin pasangan makin emosi dan tersakiti.

Luangkan waktu untuk mendengar

Pertengkaran dengan meninggikan suara biasanya terjadi karena masing-masing pihak merasa ingin didengar lebih dulu. Oleh karena itu, apa salahnya bila untuk sesaat Anda diam mendengar apa yang jadi keluh kesahnya? Ingatlah bahwa Tuhan menganugerahkan dua telinga dan satu mulut yang berarti kita harus lebih banyak mendengar daripada berbicara, bukan?

Jangan mengungkit-ungkit masa lalu

Ketika Anda dan pasangan terlibat cek-cok, berusahalah untuk fokus menyelesaikan satu masalah tersebut hingga tuntas. Hindari kebiasaan mengungkit-ungkit masalah lama yang justru akan membuat pasangan merasa terlihat buruk dan tak berharga.

Jangan merasa sebagai pihak paling tersakiti

Pernikahan muda memang menyimpan banyak sekali kejutan yang tak jarang bikin Anda syok berat. Meski begitu, merasa sebagai pihak paling tersakiti tak akan menambah apapun selain suasana drama yang minim solusi.

Ingatlah, bahwa Anda dan dia adalah dua orang egois yang memutuskan untuk sama-sama belajar hidup satu atap. Jika Anda pernah sakit hati, ia pun juga pernah mengalami hal serupa dan mudah memaafkan adalah kunci sederhana kelanggengan hubungan.

Jangan gunakan kekerasan

Berjanjilah bahwa seberat apapun pertikaian, jangan menggunakan kekerasan. Mungkin selama beberapa saat Anda akan merasa lega karena berhasil melampiaskan emosi. Tapi bagaimana dengan sergapan rasa bersalah karena telah membuat pasangan trauma pada sikap Anda? Tak hanya trauma psikis, bisa jadi pasangan juga mengalami trauma fisik yang cukup mengerikan.

Ternyata tak terlalu sulit untuk menghindari pertengkaran hebat dalam membina rumah tangga di usai muda, bukan? Selama ada keinginan untuk saling memahami satu-sama lain, kebahagiaan dan kedamaian hidup bersama dia sang tercinta akan jadi lebih mudah diraih.

Share This Article