Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Move Itu Mudah, Asal Tahu Caranya
17.10.2015
“We don’t heal the past by dwelling there, we heal the past by living fully in the present” –Marianne Williamson -

Tidak semua keinginan manusia berjalan lurus dengan harapannya. Hal tersebut mencakup banyak hal, termasuk salah satunya dalam urusan percintaan. Ada kalanya sudah menjalin hubungan selam bertahun-tahun pada akhirnya harus kandas diterpa ‘hujan’ sehari.

Dikarenakan masalah tersebut, tidak sedikit orang yang akhirnya merasa trauma untuk dapat menjalin kisah cinta atau membuka lembaran baru sekali lagi dengan seseorang, karena berbagai alasan, salah satunya adalah tidak ingin merasakan sakitnya gagal dalam percintaan.

Banyak yang membutuhkan waktu untuk dapat menyembuhkan ‘luka’ mereka dan kembali siap menjalin hubungan sekali lagi. Sebenarnya sih, siap tidaknya seseorang untuk kembali menjalin hubungan bukan karena lama tidaknya dia menjalani recovery, melainkan karena dalam lubuk hatinya terdalam masih ada serpihan cinta yang tertinggal, ketakutan yang berlebihan atau bahkan malas untuk memulai lagi yang membuatnya tidak bisa dan tidak mau sekali lagi membuka hati dan sering disamaartikan dengan istilah gagal move on.

Untuk itu diperlukan kiat atau tips agar seseorang dapat menghilangkan trauma dari hubungan yang lalu. Berikut cara yang dapat B’timers simak dan lakukan:

Menyadari, menerima dan mengikhlaskan

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Memang sebuah langkah yang berat, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, bukan?]

Memori adalah sebuah fenomena yang sangat rumit untuk dijelaskan secara detail oleh ilmu-ilmu apapun, karena hal tersebut terletak dan disimpan dalam bagian otak yang juga berfungsi untuk menyimpan rekaman segala hal.

Jika seseorang trauma akan masa lalu dan ingin menghapus memori negatif tersebut dari dalam otaknya, maka dikhawatirkan akan banyak hal yang ikut terbuang karena semua memori memiliki ikatan erat. Jadi jika menghilangkan satu bagian, maka dikhawatirkan dapat mengubah narasi batin seseorang secara radikal.

Oleh karenanya, disarankan untuk lebih menerima, menyadari dan besar hati akan suatu masalah pada masa lalu, seperti yang diungkapkan oleh seorang kolumnis bernama Harry Phibbs, “Sengeri dan sekejam apapun kenangan masa lalu yang didapatkan atau dimiliki seseorang tidak harus dihilangkan karena hal tersebut merupakan sarana seseorang untuk dapat belajar dan juga untuk dapat sebagai pijakan dalam memperingatkan orang lain.”

Berpikir realistis

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Jangan ikutkan hati ketika otak sedang berpikir, ya

Memang tidak mudah, khususnya bagi kaum Hawa yang lebih memiliki sisi rasa dari logika dibandingkan para pria. Akan tetapi dengan berpikir secara realistis, maka dapat membantu otak untuk dapat menekan trauma dan memori negatif yang mengganggu pikiran.

B’timers juga dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut sekaligus berkaca di mana letak kesalahan baik yang dilakukan mantan pasangan atau diri sendiri yang tidak harus dilakukan lagi di masa mendatang.

Meminimalisir interaksi

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Bukan dengan maksud memutuskan silaturahmi, tapi hanya mengurangi intensitasnya saja

Memang dari segi agama, terus menjalin komunikasi dan hubungan dengan orang yang telah menyakiti tetap dianjurkan agar silaturahmi tetap berjalan. Akan tetapi bukan berarti harus seperti saat masih memiliki ikatan. B’timers dapat membatasi perlu tidaknya memulai dan melakukan komunikasi.

Semakin tingginya intensitas interaksi dan komunikasi dengan mantan, maka semakin tipis pula keinginan dan upaya untuk move on.

Menangislah

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Menangis itu bukan sesuatu yang memalukan, kok

Menurut banyak penelitian, menangis adalah salah satu ‘obat’ yang sangat ampuh, efektif dan tepat ketika seseorang merasa sedih karena dapat membuang hormon-hormon pembuat sedih dan stres, seperti prolactin dan enkaphalin dari dalam tubuh. Setelah menangis, maka tubuh dan pikiran akan merasa lebih rileks.

Buka hati untuk orang lain

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Kembali menjalin cinta adalah salah satu hal yang efektif untuk lepaskan trauma masa lalu

Tidak perlu takut dan ragu untuk sekali lagi memulai dari awal atau membiarkan orang lain masuk, karena sebenarnya ketakutan dan rasa-rasa negatif tersebut ada karena B’timers sendiri yang menciptakannya. Dengan memulai membuka hati dan menjalin hubungan baru bersama orang lain, maka semakin kecil mula tingkat dan rasa trauma percintaan akan masa lalu yang pernah dialami.

Sibukkan diri

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Dengan membuat diri selalu sibuk, maka tidak ada waktu untuk terpekur dan merenungi nasib

Anda juga dapat melakukan beragam aktivitas untuk dapat mengalihkan perhatian ke hal-hal yang lebih positif, seperti bekerja atau melakukan travelling ke berbagai tempat. Akan tetapi jangan sekali-kali melakukan aktivitas yang cenderung ekstrem dan dapat membahayakan diri sendiri ketika ingin move on dari trauma dan kisah percintaan masa lalu.

Stop mengasihi diri sendiri

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Percayalah dan tekankan dalam diri bahwa Anda bisa dan kuat

Tanamkan dalam diri, benak dan otak bahwa Anda merupakan orang yang sangat berharga dan istimewa. Hentikan keinginan untuk terus terpuruk dan mengasihi diri, karena tidak ada gunanya sama sekali dan justru semakin membuat B’timers feels so gloomy.

Curhat

Move On Itu Mudah, Asal Tahu Caranya | Breaktime
Hal satu ini bukanlah didominasi oleh wanita saja, pria juga dapat melakukannya

Dengan mencurahkan segala uneg-uneg atau juga perasaan yang selam ini dipendam, maka setidaknya dapat meredakan kepenatan dan ketegangan pikiran. Walaupun orang yang Anda ‘gunakan’ sebagai tempat curhat tersebut tidak dapat memberikan solusi atau bahkan diam saja, at least apa yang sudah menjadi ganjalan dan beban dalam pikiran B’timers akan tercurahkan.

Pada intinya B’timers, broken heart doesn’t mean that the entire world would be an end. Semua luka, dapat diobati jika seseorang mau mengobatinya. So, jangan salahkah keadaan jika Anda susah untuk menghilangkan trauma masa lalu, karena otak dan batin B’timers sendirilah yang menciptakan rasa tersebut.

Share This Article