Mengapa Harus Ada yang Namanya Cemburu? | Breaktime
Mengapa Harus Ada yang Namanya Cemburu?
09.11.2015

Ketika cinta sudah merasuk, tidak jarang ada kalanya perasaan cemburu juga datang menghampiri. Tapi kenapa perasaan tersebut muncul dan wajarkah B’timers harus memiliki rasa itu? Hmm, pertanyaan yang kompleks, ya! Lets find out the answer from the first one, dimulai dari apa itu cemburu dan bagaimana rasa ini bisa muncul.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cemburu merupakan perasaan tidak suka atau kurang senang melihat orang lain lebih beruntung darinya, sirik, kurang percaya, curiga yang disebabkan iri hati.

Akan tetapi, pada dasarnya cemburu merupakan luapan dan ungkapan emosi ketika seseorang melihat orang lain mendapatkan keuntungan lebih dari dirinya. Cemburu juga menyimbolkan perasaan tersaingi, ketakutan akan kehilangan dan tergantikan serta kompetisi yang kesemuanya mengerucut pada rasa tidak aman.

Rasa cemburu sendiri tidak hanya terpaku dan muncul pada hubungan dua sejoli saja, melainkan juga pada pertemanan sampai dengan dalam keluarga. Akan tetapi banyak yang lebih mengidentifikasikan bahwa cemburu adalah suatu rasa yang muncul karena adanya faktor percintaan antar kekasih.

Menurut Dr Eugene Schoenfeld, seorang pakar medis dan parasitolog dari University of Miami, cemburu merupakan gabungan dari beberapa rasa, seperti marah, takut, sedih dan perasaan dikhianati. Bahkan sejak bayi dan masa kanak-kanak, manusia sudah belajar untuk merasakan cemburu secara alami. Schoenfeld berpendapat bahwa cemburu merupakan salah satu naluri dasar manusia untuk bertahan hidup.

Kenapa cemburu itu ada?

Mengapa Harus Ada yang Namanya Cemburu? | Breaktime
Cemburu adalah suatu rasa yang alami dimiliki dan dirasakan manusia, seperti marah, sedih, bahagia dan sejenisnya

Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan dari Haifa University, Israel, hormon yang berhubungan dengan rasa suka dan cinta atau disebut dengan oksitosin akan aktif ketika seseorang merasa tersaingi dan tidak aman. Hal ini sering dianalogikan dengan istilah benci dan cinta itu tipis karena memang hormon tersebut membawahi banyak sekali rasa yang terkait dengan cinta, termasuk rasa cemburu.

Memang ada penyebutan bahwa cemburu itu adalah sama dengan iri, namun pada artian dan kenyataannya, keduanya berbeda meski batasannya sangat tipis.

Wajarkah cemburu itu ada?

Mengapa Harus Ada yang Namanya Cemburu? | Breaktime
Cemburu sangat diperlukan dalam sebuah hubungan, asal tidak berlebihan

Pada dasarnya, cemburu datang dan ‘menampakkan diri’ dengan berbagai cara. Tidak ada orang yang masih hidup di dunia ini yang dapat membuang rasa cemburunya, karena rasa tersebut merupakan satu hal yang manusiawi dan bermupakan bagian dari nafsu manusia. Walaupun tidak dapat dibuang, akan tetapi seseorang dapat mengendalikannya.

Satu hal yang wajar jika seseorang memiliki rasa cemburu terhadap pasangannya setelah melihat si dia sedang bercanda ria dengan orang lain dan terlihat akrab. Dan dikatakan wajar karena dengan rasa cemburu, maka dapat diartikan sebagai bukti cinta dan tidak ingin membaginya dengan orang lain.

Memang sih, terdengar sedikit naif dan childish serta bertolak belakang dengan istilah, ‘cinta tidak harus memiliki’. Akan tetapi akan menjadi suatu pertanyaan besar jika seseorang tidak memiliki rasa cemburu sedikit pun kepada pasangannya. Jika B’timers merasa tidak pernah cemburu atau kehilangan rasa cemburu terhadap pasangan, maka pertanyaannya adalah, “Apakah Anda masih memiliki cinta kepadanya?”

Cemburu menjadi tidak wajar jika ...

Mengapa Harus Ada yang Namanya Cemburu? | Breaktime
Adalah suatu hal yang membahayakan suatu hubungan jika cemburu terlalu berlebihan

Cemburu itu adalah hal yang wajar dialami siapa saja, akan tetapi menjadi satu hal yang tidak wajar jika tingkat cemburu tersebut melonjak tinggi menjadi sesuatu yang dikenal dengan nama possessive atau cemburu buta. Bahkan tidak jarang terjadi ketika rasa cemburu berlebihan ini muncul, dapat memicu pertengkaran hebat.

Seseorang yang memiliki rasa cemburu berlebih bisa melakukan banyak hal tak terduga, seperti terus memantau pergerakan seseorang yang dianggapnya sebagai rival, memeriksa segala sesuatu milik pasangan, membatasi ruang gerak sampai dengan melakukan aksi-aksi physically hurting jika keinginannya tidak dituruti.

Memiliki rasa cemburu atau juga dicemburui adalah suatu anugerah dari Yang Maha Kuasa, karena hal tersebut menjadi bukti eksistensi cinta dalam diri Anda atau pasangan, walaupun rasanya terkadang menyakitkan.

Cemburu adalah hak hakiki dan alamiah dimiliki semua orang. Cemburu juga merupakan isyarat bahwa Anda memiliki sense of belonging serta cinta. Jadi jika masih dalam tahap wajar dan tidak berlebihan, maka hal tersebut sah-sah saja. Rasa memiliki bukan berarti bahwa cinta itu take and give. Karena jika ada rasa memberi dan menerima, so its not a true love, but business, because you expect the return. (das)

Share This Article