Mana yang Ideal, Pasangan Posesif vs Overprotektif? | Breaktime
Mana yang Lebih Ideal, Pasangan Posesif vs Overprotektif?
21.10.2015

Menjalin hubungan memang terasa mengasyikkan. Meski banyak suka duka yang B’timers rasakan, namun pengalaman bersama dia yang spesial selalu terasa berkesan. Namun, kadang tidak disadari, pasangan kita yang selalu ada saat dibutuhkan itu sebenarnya merasa insecure dan berujung pada sikap yang overprotektif atau posesif.

Nah, meski kadang sulit dibedakan, namun keduanya memang tidak sama. Apa perbedaannya dan bagaimana tanda-tandanya?

Overprotektif dan mendominasi

  • Ia selalu ingin tahu apa yang Anda bicarakan dengan teman-teman Anda, baik lewat telepon maupun chat. Ia akan “memantau” ponsel Anda dari waktu ke waktu.
  • Ia merasa setiap lawan jenis yang berbicara dengan Anda menyukai Anda dan mengatakan itu pada Anda.
  • Ia tidak senang saat Anda ingin melakukan sesuatu sendiri. Ia merasa wajib selalu ada untuk Anda dan bahagia selalu bisa bersama dan di dekat Anda.
  • Ia menakuti Anda. Semakin Anda setuju dengannya dan menghindari orang lain atau teman Anda, ia akan makin senang dan justru merasa nyaman.

Ia membuat Anda merasa bersalah hanya karena tidak menghabiskan waktu dengannya, misalnya hanya karena Anda bersama teman-teman Anda. Meski ia tidak mengatakannya, ia akan bersikap seolah Anda baru saja mengabaikannya.

Mana yang Ideal, Pasangan Posesif vs Overprotektif? | Breaktime
Ada beda tipis antara pasangan yang posesif dan overprotektif

Posesif dan pencemburu

  • Ia selalu ingin ambil bagian dalam setiap keputusan Anda. Bahkan, ia cenderung tidak terima saat Anda tidak setuju dengannya.
  • Ia mengklaim bahwa sikap posesifnya adalah ungkapan rasa cinta. Setiap kali Anda mengatakan ia posesif, ia akan berkilah dengan mengatakan itu karena ia sangat sayang dan peduli pada Anda.
  • Ia harus tahu semua password dan rahasia Anda, bahkan saat Anda merasa belum siap berbagi dengannya. Ia akan terus memaksa sampai mendapatkan yang ia mau.
  • Ia membenci jarak. Ia akan merasa syok saat Anda meminta space atau waktu dan ruang untuk sejenak sendiri saja tanpanya. Ia akan “merengek” hingga akhirnya Anda mengikuti kemauannya untuk terus bersamanya.
  • Ia senang saat Anda merasa down. Ia justru senang saat Anda punya masalah dengan teman-teman Anda yang membuat Anda down. Ia akan meyakinkan Anda bahwa ia satu-satunya orang yang bisa Anda percaya.

Itulah perbedaan yang tipis antara sikap overprotektif dan posesif. Nah, orang yang overprotektif belum tentu posesif, tetapi sangat mungkin menjadi posesif jika Anda membiarkannya. Namun, sikap posesif pasti diikuti overprotektif. Pasangan yang seperti apakah yang menjadi pilihan B’timers?

Share This Article