Jenis Kondom untuk Aktivitas Seksual Anda | Breaktime
Jenis Kondom dan Efektivitasnya untuk Aktivitas Seksual Anda
09.10.2015

Latex

Kondom berbahan latex merupakan kondom yang paling banyak beredar. Tersedia dalam beberapa merek, ukuran, warna, bentuk, dan rasa, kondom latex mampu mencegah kehamilan dengan efektivitas 85 persen. Beberapa di antaranya biasanya dilapisi spermisida Nonoxynol-9 (N-9) yang dapat membunuh sperma. Namun, penelitian terbaru tidak menganjurkan kondom dengan lapisan N-9 karena dapat dengan mudah menularkan HIV.

Polyurethane

Kondom non-latex ini bisa menjadi pilihan bagi pasangan yang alergi terhadap kondom berbahan latex. Polyurethane juga lebih kuat dan lebih tipis dibandingkan dengan latex. Selain itu, kondom polyurethane juga lebih baik dalam mentransfer panas, sehingga lebih nyaman digunakan. Beberapa pasangan juga menyebutkan bahwa kondom ini dapat meningkatkan kesenangan serta lebih baik untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit.

Spray kondom

Diperkenalkan sebagai prototype pada tahun 2006 oleh Jan Vinzenz Krause, kini telah hadir inovasi terbaru kondom semprot yang digunakan layaknya deodoran. Cara menggunakannya pun cukup disemprotkan ke alat vital pria maupun wanita. Nantinya akan terbentuk lapisan yang berfungsi sebagai kondom. Kondom jenis baru ini bisa diatur rasanya menggunakan sebuah remote control.

Chu Girlplay, spray kondom pertama
Chu Girlplay, spray kondom pertama

Kulit domba (Lambskin)

Kondom alami ini terbuat dari membran usus domba dan aman digunakan oleh mereka yang alergi terhadap bahan kimia. Meksipun tidak menyebabkan alergi, kondom jenis ini tidak bisa melidungi dari penularan penyakit karena pori-porinya yang lebih besar dibandingkan ukuran bakteri dan virus. Selain itu, kondom kulit domba juga kurang efektif dalam pencegah kehamilan.

Polyisoprene

Termasuk produk baru di pasaran, kondom berbahan polyisoprene ditujukan untuk mereka yang alergi pada latex maupun polyurethane. Kondom jenis ini memiliki tekstur yang lembut dan mirip kulit. Polyisoprene juga diklaim lebih nyaman digunakan jika dibandingkan dengan latex. Namun, hanya beberapa vendor yang menelurkan produk kondom berbahan polyisoprene.

Kondom untuk wanita

Kondom ini jauh lebih efektif untuk mencegah kehamilan jika dibandingkan dengan kondom untuk pria. Jika dengan latex kemungkinan hamil mencapai 15 persen, dengan kondom untuk wanita, kemungkinan hamil hanya sebesar 5 persen.

Apapun jenis kondom yang jadi favorit, pastikan pasangan B’timers juga nyaman menggunakannya saat bercinta.

Share This Article