Jangan Sembunyikan Seks dari Anak-Anak! | Breaktime
Jangan Sembunyikan Seks dari Anak-Anak!
22.06.2015

Banyak orang tua yang ‘merahasiakan’ segala sesuatu tentang seks dari anak-anak mereka dengan alasan tabu atau tidak sopan. Padahal, usia muda justru merupakan saat yang tepat untuk mulai mengajarkan seks pada anak-anak.

Malu mengajarkan pendidikan seks sejak dini, justru akan membuat anak kesulitan di masa remaja dan dewasanya
Malu mengajarkan pendidikan seks sejak dini, justru akan membuat anak kesulitan di masa remaja dan dewasanya

Akan tetapi, di banyak negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika Serikat, membicarakan seks atau mengajarkan pendidikan seks kepada anak tidak dianggap tabu, malah dianggap perlu dilakukan saat sang buah hati masih kecil. Ini dia beberapa alasan kenapa pendidikan seks itu perlu:

Anak mudah meniru

Anak dapat dikatakan sebagai seorang copycaters alami, maka apa yang mereka lihat atau dengarkan dapat mereka tiru dan gunakan dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak sedikit anak yang mengetahui segala sesuatu tentang seks dari lingkungan sekitarnya dan menginterpretasikan hal tersebut sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka.

Hasil survey dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa lebih dari 60% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Menjadikan satu hal yang kontradiktif, karena Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi akan nilai moral dan norma, akan tetapi tingkat hubungan seks pra-nikah cukup tinggi.

Oleh karena itu, selain sekolah dan lingkungan sekitarnya, orang tua adalah pihak yang sangat dibutuhkan perannya untuk dapat memberikan pengertian, penjelasan, dan informasi terkait seks kepada anak dengan cara dan metode yang benar.

Anak memiliki rasa penasaran tinggi

Dengan mengajarkan pendidikan seks sejak dini, maka anak tidak perlu mencari tahu informasi terkait hal itu di sumber lain
Dengan mengajarkan pendidikan seks sejak dini, maka anak tidak perlu mencari tahu informasi terkait hal itu di sumber lain

Ada kalanya orang tua yang masih berpandangan secara konvensional akan beranggapan bahwa pendidikan seks itu bukan suatu hal yang penting untuk diajarkan, karena dengan bertambahnya usia, maka anak akan mengerti dengan sendirinya. Bahkan tidak sedikit ada yang memarahi anaknya, karena sang anak terus bertanya tentang hal-hal seputar tubuh atau seks.

Padahal, pendidikan seks itu perlu dilakukan sedini mungkin atau bahkan sejak anak masih berusia balita. Apabila menunggu anak beranjak remaja dan dewasa, maka filterisasi yang akan diterapkan orang tua tidak akan bekerja semasa maksimal. Bahkan tidak sedikit dari anak yang akan malu untuk membahas masalah seks dengan orang tua, karena sebelum-sebelumnya memang tidak pernah dilakukan.

Mempunyai waktu untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengan anak tentang seks dan lingkupnya merupakan suatu hal yang sangat sehat dan aman untuk jangka panjang sang anak. B’timers tidak perlu canggung dalam menjelaskan, karena semua itu juga nantinya untuk kepentingan sang buah hati sendiri.

Share This Article