Rasa Malu Bisa Jadi Bencana Dalam Hubungan | Breaktime
Hati-Hati, Rasa Malu Bisa Jadi Bencana Mengerikan Dalam Hubungan
15.11.2015
“But shame is like a wound that is never exposed and therefore never heals.”

Punya rasa malu memang tidak salah. Setidaknya rasa malu adalah pertahanan terakhir yang bisa mencegah B’timers dari kenistaan. Tapi, tahukah Anda bahwa malu berlebihan ternyata bisa membahayakan hubungan Anda dan pasangan?

Sebab, orang malu rawan dengan pemikiran dirinya tak begitu pantas bersanding dengan pasangannya, tak ada orang yang benar-benar mencintai dirinya, atau sekarang memang terasa begitu manis, tapi cepat atau lambat semua akan berakhir. Coba bayangkan, bagaimana nasib hubungan B’timers bila pemikiran tersebut selalu bergelayut di kepala? Nah, inilah alasan malu berlebih bisa merusak hubungan Anda:

Rela memilih pasangan “nista”

Entah mengapa, Anda jadi rela memilih bersanding dengan pasangan yang buruk perilakunya. B’timers jadi mendoktrin diri bahwa pantas untuk menerimanya karena merasa diri tak pantas untuk mendapatkan dia yang terbaik. Hold on, are you crazy or what? Mengapa rela terluka padahal Anda sangat layak mendapatkan dia yang berhati baik?

Rasa Malu Bisa Jadi Bencana Dalam Hubungan | Breaktime
Rasa malu membuat Anda rela menerima orang yang terus-terusan menyakiti

Menghambat kemajuan hubungan

Suatu ketika ada orang yang benar-benar mencintai Anda dengan segenap hatinya dan B’timers pun menyadarinya. Namun, lagi-lagi rasa malu mendoktrin diri bahwa Anda tak pantas menerimanya. Lalu, Anda pun rela bersikap super menyebalkan, bahkan memuakkan pada pasangan.

Maka jangan heran bila pasangan jadi syok berat dan pergi meninggalkan Anda. Bahkan mungkin tanpa sempat mengucap kata perpisahan sekalipun. Kalau sudah begitu, sakitnya tuh dimana-mana.

Rasa Malu Bisa Jadi Bencana Dalam Hubungan | Breaktime
Pura-pura hanya membuat lelah

Berpura-pura jadi orang lain

Sikap malu biasanya muncul karena Anda tak pede dengan diri sendiri. Akibatnya, B’timers rela menjadi orang lain supaya pasangan bahagia. Tentu saja, sikap ini akan membuat pasangan senang, tapi begitu terlihat karakter asli Anda yang sebenarnya, ia akan pergi meninggalkan Anda begitu saja.

Seperti kata pepatah “you fell in love with my flowers but not my roots, so when autumn arrived you didn’t know what to do.” Nah, terimalah diri Anda apa adanya dan banggalah. Biarkan pasangan tahu sifat Anda yang sebenarnya agar cinta itu punya komitmen kuat untuk bertahan, bukan perlahan melepaskan. So just be you!

Sekarang semua itu kembali pada diri B’timers sendiri. Tempatkanlah rasa malu sesuai porsinya dan jangan berlebihan. Hargailah diri Anda karena sesungguhnya B’timers adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Sempurna. (vsc)

Share This Article