Saat Si Dia Menghilang dan Kembali Sesuka Hati | Breaktime
Ghosting, Saat Si Dia Menghilang dan Kembali Sesuka Hati
29.11.2015

Jika B’timers mendengar kata ghost, tentunya dalam benak dan pikiran yang terlintas dan tercipta adalah sosok hantu menyeramkan. Tapi bagaimana dengan istilah ghosting? Masihkah istilah tersebut mengacu pada penampakan makhluk halus?
Secara umum, istilah ghosting mengacu pada rana percintaan. Akan tetapi bukan percintaan yang penuh dengan bumbu romantisme, melainkan ketiadakabaran dari salah satunya secara tiba-tiba dan secara misterius raib tak berbekas.
Walaupun mungkin tidak semua, akan tetapi ada kan di antara B’times sekalian yang pernah mengalaminya? Sudah dekat banget sama gebetan, eh .. tiba-tiba dia menghilang tanpa sebab, tanpa kabar dan juga tanpa kejelasan. Setelah lama tidak ada informasi tentang dirinya dan Anda sudah membuka hati ke yang lain, dia tiba-tiba kembali muncul, ‘mengganggu’ dan kemudian menghilang lagi.


Kenapa ghosting harus terjadi?


Sebenarnya, sih, ada banyak alasan kenapa seseorang menjadi ‘hantu.’ Tapi, rata-rata ghosting dilakukan karena ada rasa tidak nyaman dalam diri seseorang dan mereka berusaha menghindarinya dengan cara menghilang tanpa memberikan penjelasan atau kabar. Bahkan orang yang melakukan ghosting juga terkadang tidak terlalu ingin tahu bagaimana perasaan pasangannya ketika tiba-tiba tahu ditinggalkan tanpa kabar.
Tentu saja bagi orang yang ditinggalkan, perilaku ghosting ini sangat menyebalkan dan tidak disukai karena serasa tidak menghargai eksistensi dan menjunjung tinggi komitmen hubungan yang selama ini dibangun bersama atau yang paling jelek adalah menganggapnya sebagai sebuah pengkhianatan. Bahkan tidak jarang ada yang menjadi trauma untuk kembali menjalin hubungan baru dengan orang lain, karena men-stereotype-kan semua orang adalah sama.


Efek ghosting


Selain memunculkan rasa kecewa dan marah, ghosting juga secara otomatis dapat mengaktifkan jalur yang bertugas untuk memunculkan rasa sakit dalam otak seperti halnya ketika tubuh mengalami cedera. Bahkan menurut banyak psikolog, imbas dari ghosting ini dapat memicu tekanan psikologis seseorang.
Jadi, terlepas dari maksud utama sang pelakunya, ghosting adalah sebuah taktik interpersonal yang pasif-agresif dan dapat meninggalkan luka dan bekas secara psikologis.

Saat Si Dia Menghilang dan Kembali Sesuka Hati | Breaktime
Menyebalkan memang mengetahui si dia menghilang dan kembali sesuka hati

How to deal with it

  • Hubungi si dia

Jika ternyata tiba-tiba si dia menghilang tanpa kabar, B’timers dapat menghubungi dia melalui apapun sarana yang dapat digunakan, mulai dari meneleponnya, menghubunginya via aplikasi chat sampai dengan mengirimkan pesan ke inbox Facebooknya. Tunggu respon atau balasannya.

  • Coba berpikir positif

Jangan tiba-tiba berpikiran negative dulu, karena bisa saja si dia memang sedang sibuk atau sejenisnya sampai tidak memiliki waktu untuk menghubungi. Jangan pula menerornya dengan memberondong ribuan missed call, chat atau pesan yang justru annoying banget. Sabar dan tunggu kabar balasan darinya.

  • Move on

Jika penantian Anda ternyata sia-sia, itu tandanya bagi B’timers untuk segera move on dan membuka hati ke yang lain. Jangan biarkan hal sia-sia mengganggu segala hal dan juga rencana ke depan Anda. Jika suatu saat dia kembali, jangan baper atau terbawa perasaan, karena hal itu justru akan mengacaukan segalanya sekali lagi. Anda juga tidak pernah tahu, kan, apakah dia akanmenghilang lagi atau stay in your life. (das)

Share This Article