Semudah Itukah Memaafkan dan Melupakan? | Breaktime
Forgive and Forget: Semudah Itukah Memaafkan dan Melupakan?
21.11.2015
Holding onto anger is like drinking a poison and expecting the other person to die - Buddha

Tak ada hubungan yang bisa selamat dari luka. Baik itu kisah cinta, ikatan antar keluarga, cerita persahabatan, maupun hubungan dengan rekan kerja, pasti selalu tersisip duka di dalamnya. Lalu apakah setiap hubungan harus berakhir begitu saja ketika terjadi masalah?

Well, memang tak semua orang cukup kuat untuk mempertahankan hubungan yang sehat saat begitu banyak rintangan menghadang. Tapi pada dasarnya, hubungan yang paling kuat adalah hubungan yang dibangun di atas jalanan berbatu. Dan satu-satunya cara untuk merawat ikatan dengan  orang-orang terkasih adalah melalui ketulusan hati untuk memaafkan lalu melupakan.

Forgive, then forget

Kenyataannya, semakin dekat Anda dengan seseorang, maka akan semakin sulit untuk memaafkan dan melupakan kesalahannya. Tapi justru di sinilah ujian terbesar dalam sebuah hubungan. Ketika Anda sanggup untuk berbesar hati memaafkan kesalahan seseorang dan melupakan keburukannya, maka ikatan yang terjalin akan semakin kuat. Tapi kalau Anda memilih untuk terus menyimpan kemarahan dalam hati, bersiaplah untuk kehilangan kebahagiaan diri sendiri.

Semudah Itukah Memaafkan dan Melupakan? | Breaktime
Tak pernah ada kata terlambat untuk meminta maaf dan memaafkan

Memaafkan membuat Anda lebih sehat

Bukan cuma berpengaruh baik terhadap hubungan Anda dengan orang-orang tersayang, memaafkan terbukti bisa membuat Anda lebih sehat.Seperti disebutkan dalam Journal of Behavioral Medicine di tahun 2005, penelitian menunjukkan bahwa sikap memaafkan berhubungan sangat erat dengan tingginya tingkat kesehatan manusia. Termasuk di dalamnya jumlah obat-obatan yang dikonsumsi, kualitas tidur, dan tingkat stres. Ketika Anda memaafkan kesalahan seseorang, maka secara tidak langsung otak mengurangi berbagai efek negatif seperti rasa marah dan depresi yang membuat organ vital tubuh bekerja lebih maksimal.

Bagaimana caranya memaafkan dan melupakan?

Tak ada manusia yang mau dibohongi, disakiti, atau dikhianati, terlebih lagi oleh orang terdekatnya. Tapi kalau hal itu terjadi, bagaimana cara untuk bisa memaafkan dan melupakan?

Pertama, bandingkan seberapa besar kesalahannya tersebut dengan ‘harga’ hubungan Anda. Apakah semua kenangan indah yang pernah ada layak dibuang begitu saja karena kesalahannya? Kalau jawabannya ya, just walk away dan mulailah hidup baru tanpa orang tersebut. Tapi kalau Anda merasa tersakiti karena tak bisa lagi menjalani hubungan baik seperti sebelumnya, berarti ini saatnya membuka hati dan mulai memaafkan.

Ke dua, jaga perspektif Anda akan hidup. Maksudnya, jangan jadikan sebuah masalah sebagai kiamat untuk hidup Anda. Akuilah, kehidupan Anda jauh lebih besar dari sekedar pertengkaran dengan kekasih ataupun perselisihan dengan sahabat dekat. Masalah yang Anda alami hanyalah bagian kecil dari hidup. Don’t let the problem overwhelm you!

Terakhir, bersikaplah dewasa. Tak ada seorang manusiapun yang bisa hidup tanpa melakukan kesalahan, termasuk diri Anda sendiri. Memaafkan bukan berarti ‘menyetujui’ perbuatan buruk yang dilakukan seseorang. Tapi justru dengan memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang, Anda bisa menjalani hidup dengan lebih ringan.

Share This Article