Etiskah Baca SMS atau Chat Pasangan? | Breaktime
Etiskah Baca SMS atau Chat Pasangan?
20.11.2015

Dalam sebuah hubungan, baik yang masih masuk dalam fase berpacaran atau juga yang sudah menikah, kepercayaan adalah mutlak diperlukan. Tidak ada yang perlu disembunyikan jika ingin menciptakan suatu hubungan yang sehat. Akan tetapi bagaimana dengan sisi privasi yang dimiliki setiap orang?

Di era serba canggih seperti sekarang ini, teknologi seperti smartphone sampai dengan sosial media benar-benar sangat membantu setiap orang untuk tetap terhubung dengan keluarga, teman sampai dengan koleganya kapan dan di mana saja.

Sayangnya, menurut sebuah situs kencan, Victoria Milan, mengungkapkan bahwa sekitar 45% pengguna smartphone dan sosial media justru rawan selingkuh. Menggunakan dua media tersebut, aksi cheating semakin susah dideteksi karena dapat dihapus seketika.

Jika B’timers sempat notice, ada banyak pria atau wanita yang sibuk memeriksa akun sosial media atau smartphone pasangannya. Bahkan mungkin, Anda juga melakukannya, bukan?

Jadi pertanyaannya adalah apakah etis untuk membaca pesan yang ada di perangkat mobile, sosial media sampai dengan yang dalam format email?

Secara umum, walaupun sudah dalam status berpasangan, ada undang-undang yang mengatur tentang hal ini bahwa membaca atau membuka pesan milik seseorang tanpa sepengetahuan pemiliknya adalah melanggar hukum dan digolongkan dalam kategori peretasan. Beda kasus apabila sudah mendapatkan izin dari sang empunya akun atau perangkat.

Dan tentunya akan ada banyak tanggapan dan jawaban berbeda-beda akan pertanyaan tersebut. Ada yang mengatakan bahwa tidak masalah pasangan memeriksa semua hal yang ada di dalam akun atau smartphonenya, karena merasa tidak ada yang perlu disembunyikan, akan tetapi ada pula yang menggangap hal tersebut disrespectful karena melanggar batas privasi seseorang.

Etiskah Baca SMS atau Chat Pasangan? | Breaktime
Gantikan posesif dengan rasa care

Pada dasarnya, perselingkuhan dapat terjadi kapan dan di mana saja, dan menjadi semakin mudah karena terdapatnya media teknologi-teknologi yang ada seperti sekarang ini. Namun akan menjadi lebih mudah jika B’timers memiliki pilihan 2 kesepakatan di awal hubungan, yaitu bebas akses atau restricted.

Dan lagi, ketika sudah yakin dengan pasangannya, maka ketika sudah memutuskan untuk bersama dengan si dia, tentunya rasa saling terbuka, transparan dan komunikasi ketika menghadapi segala persoalan adalah mutlak dilakukan. Dengan rasa saling percaya inilah, maka hubungan akan menjadi sehat.

Selain itu, dengan diam-diam melakukan aktivitas yang boleh dibilang menjengkelkan tersebut justru akan memicu terjadinya bencana karena pasangan akan mengira Anda tidak percaya kepadanya.

Namun jika B’timers memang sudah yakin, sepakat dan mau menggeser sisi privasi untuk dapat berbagi dengan pasangan, maka pilihan untuk bebas akses dapat dijalankan. Akan tetapi jika menganggap privasi wajib dijaga walaupun berstatus sudah memiliki pasangan, maka pembatasan akses adalah langkah yang tepat untuk diambil.

Nah, bagaimana menurut B'timers sendiri? Apakah inspeksi gadget pasangan adalah satu hal lumrah atau justru terasa annoying? Well, Anda tetap bisa mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan baik dengan pasangan ya. (das)

Share This Article