Breakups? Pria Memang Terlihat Tangguh, Tapi ... | Breaktime
Breakups? Pria Memang Terlihat Tangguh, Tapi ...
26.10.2015

Semua orang di dunia ini pastinya tidak ingin mengalami apa yang disebut dengan perpisahan setelah lama menjalin hubungan, karena rasa sakitnya melebihi apa yang dialami secara fisik.

Menjalin hubungan dengan seseorang, menghabiskan waktu bersama, melakukan banyak hal yang dapat membuat tertawa dan menangis, ditambah lagi dengan durasi waktu serta intensitas yang sangat dekat, tentunya akan menjadikan rasa sakit akibat perpisahan terasa lebih dalam. Benar kan, B’timers?

Tapi dari perpisahan yang terjadi, ternyata breakup is harder for women, but they know how to recover it faster than men. Secara umum, kemungkinan di awal terjadinya perpisahan, wanita akan merasakan kesedigan yang teramat sangat. Bahkan mungkin akan banyak air mata yang bercucuran karena perpisahan yang dialaminya tersebut. Akan tetapi, seiring dengan waktu berjalan, kaum Hawa memiliki strategi dan cara khusus untuk mengobati rasa sakit yang dialaminya dengan cepat.

Di awal perpisahan, laki-laki sangat terlihat tangguh, bahagia, dan bebas. Akan ada banyak aktivitas yang selama ini tidak diperbolehkan oleh pasangan, langsung dilakukan dengan bebas dan penuh rasa gembira. Akan tetapi benarkah hal itu adalah ‘obat’ para laki-laki? Ternyata tidak.

Breakups? Pria Memang Terlihat Tangguh, Tapi ... | Breaktime
Perpisahan bukanlah hal yang mudah untuk para pria

Para kaum Adam memang terlihat sangat bahagia dan tidak terpengaruh akan masalah perpisahan. Akan tetapi di hati kecil mereka, perpisahan adalah satu hal yang sangat ditakutkan dan tidak ingin mereka alami.

Bahkan tidak sedikit pria yang justru masuk ke dalam area negatif akibat perpisahan, seperti pola hidup dan makannya menjadi tidak sehat, sering mabuk-mabukan, menjadi temperamental dan sebagainya.

Secara tampilan luar, memang laki-laki terlihat tangguh. Akan tetapi ketika sudah dihadapkan pada masalah hati, ketangguhan tersebut mudah pudar dan bahkan pria sangat sulit untuk dapat move on dari pasangan lamanya, walaupun mereka sudah mendapatkan yang baru.

Intinya, semua ini bukan untuk melihat siapa yang terkuat antara pria dan wanita dalam menghadapi perpisahan. Breakups are harder to everyone. Yang terpenting, pastikan Anda menemukan jalan yang positif untuk menyembuhkan luka akibat perpisahan tersebut. 

Share This Article