Online Affairs ? Wanita Lebih Nekat dari Pria | Breaktime
Benarkah Wanita Lebih Nekat Lakukan Online Affairs Dibanding Pria?
01.12.2015

Meluangkan waktu berlama-lama di depan layar monitor untuk menjelajah di dunia maya memang sangat menyenangkan, apalagi melakukan percakapan secara online dengan keluarga, teman atau pasangan.

Dengan semakin bertambah majunya dunia internet dan juga kemudahan dalam berkomunikasi secara online menggunakan media jejaring sosial atau juga memakai layanan aplikasi chatting di gadget, ternyata fenomena cheating atau selingkuh justru lebih besar.

Tapi, ada fakta mengejutkan di balik fenomena selingkuh melalui dunia maya tersebut. Seorang pakar seksolog dari Afrika Selatan, Dr Eve, mengungkapkan bahwa wanita lebih berani dan merasa bebas untuk mengekspresikan sinyal-sinyal cinta melalui dunia maya.

Bahkan menurut sebuah penelitian yang meneliti kebiasaan para pengguna internet di Swedia mulai tahun 2005, menemukan bahwa ada sekitar 1,8 ribu lebih wanita yang pernah atau masih melakukan cybersex sampai dengan perselingkuhan secara online. Uniknya, jika didasarkan pada umur, persentase pria yang berselingkuh secara online menurun, sedangkan wanita justru naik, terutama yang sudah berumur 35 tahun ke atas.

Online Affairs ? Wanita Lebih Nekat dari Pria | Breaktime
Wanita dianggap lebih nekat karena lebih mudah menutupi secara rapat apa yang dia lakukan dibandingkan pria

Dr Eve juga mengemukakan bahwa setelah berhasil melakukan perselingkuhan secara online, tidak sedikit dari wanita untuk berlanjut ke arah yang lebih intim lagi, yaitu bertemu dan melakukan hubungan seks secara nyata.

Dari situlah, berbagai masalah muncul dan terjadi, seperti pertengkaran dalam rumah tangga atau dengan pasangannya sampai dengan tumbuh pesatnya penyebaran virus HIV/AIDS yang sampai sekarang belum ada obatnya tersebut.

Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut kenapa wanita dikatakan lebih berani dan cenderung nekat untuk melakukan perselingkuhan secara online dibandingkan laki-laki. Akan tetapi menurut banyak penelitian akan online affairs ini menyebutkan bahwa faktor aksesibilitas, anonimitas dan kemudahan untuk menjangkaunya adalah 3 faktor utama penyebabnya.

Tapi pada dasarnya, tidak ada gender yang lebih dominan melakukan perselingkuhan. Karena pada dasarnya, semua perselingkuhan tersebut terjadi karena banyak faktor, seperti kesempatan, keinginan, rasa tidak percaya kepada pasangan, kebiasaan, sampai dengan tidak ada lagi api cinta dalam hubungan sehingga memunculkan  rasa flat. (das)

Share This Article