Benarkah Menyusui Jadi Cara Mencegah Kehamilan? | Breaktime
Benarkah Menyusui Jadi Cara Mencegah Kehamilan?
12.08.2017

Menjadi pasangan muda saat ini banyak terjadi di kalangan masyrakat kita. Bahkan di antara B’timers pasti juga banyak yang merupakan pasangan muda. Pasangan muda bisa juga dibilang sebagai pasangan sibuk. Kebanyakan baik suami atau istri sama-sama bekerja. Itu pula yang menjadi alasan mereka menunda sementara waktu untuk memiliki momongan. Hingga akhirnya banyak cara mencegah kehamilan yang dilakukan.

Sebenarnya hal ini bukan hanya diperuntukkan oleh pasangan muda saja, tetapi juga pasangan yang telah memiliki buah hati. Seringkali pasti akan berpikir untuk sementara waktu tidak menambah momongan dan memberikan jarak usia dengan buah hati sebelumnya. Lagipula mengurus anak, kan bukan hal yang mudah. Kali ini, Breaktime akan memberikan beberapa cara mencegah kehamilan tanpa menggunakan KB atau alat kontrasepsi lainnya. Apa saja ya caranya?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
3 Komplikasi Langka Selama Proses Kehamilan

Berikut ini beberapa cara mencegah kehamilan dengan KB alami yang bisa dilakukan oleh Mom and Dad. Pertama, tidak berhubungan seksual pada masa ovulasi. Apa itu masa ovulasi? Masa ini sering juga disebut dengan masa subur atau masa dimana ovarium melepas sel telur. Sedangkan kehamilan akan terjadi jika sperma membuahi sel telur.

Oleh karena itu, hindari bercinta dengan suami ketika sedang dalam masa subur jika Anda ingin mencegah kehamilan. Namun, meski Anda melakukannya tidak saat masa subur, peluang hamil tetap ada, karena sperma bisa bertahan selama dua – lima hari. Lalu bagaimana cara mengetahui masa ovulasi itu sendiri?

Ada tiga cara yang bisa dilakukan, yaitu menggunakan penghitungan kalender. Caranya adalah dengan mencari tahu kapan Anda akan menstruasi berikutnya. Setelah itu, hitung mundur sebanyak 12 hari dan ditambah hitungan mundur sebanyak empat hari. Namun, ini tidak bisa dilakukan jika siklus menstruasi Anda tidak teratur.

Benarkah Menyusui Jadi Cara Mencegah Kehamilan? | Breaktime
Ada banyak cara mencegah kehamilan, termasuk menghitung masa ovulasi
Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Cerai Karena Nonton Video Porno? Ini Faktanya!

Selanjutnya adalah dengan mengukur suhu basal tubuh yang merupakan temperatur ketika tubuh dalam keadaan sepenuhnya istirahat. Anda bisa menggunakan termometer digital oral atau menggunakan termometer khusus basal tubuh yang lebih akurat. Saat ovulasi suhu basar akan meningkat kurang dari 0,3 derajat Celcius. Waktu pengukuran suhunya adalah pagi hari sebelum Anda beranjak dari tempat tidur. Dengan begitu cara mencegah kehamilan Anda bisa lebih ampuh.

Terakhir, dengan menggunakan metode lendir serviks. Cek pola lendir serviks selama siklus menstruasi. Sebelum terjadi ovulasi, Anda akan mengeluarkan lebih banyak lendir dan lebih encer dari biasanya. Untuk mengetahui perubahan lendir, Anda bisa memperhatikan dan mencatat kondisi cairannya sejak satu hari setelah menstruasi selesai. Perhatikan warna kekentalannya.

Cara mencegah selanjutnya adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Hal ini bisa menghambat ovulasi dan menstruasi pada ibu yang baru melahirkan. Anda harus siap menyusui si kecil kapanpun. Jeda menyusui juga sebaiknya tidak lebih dari empat jam saat siang dan enam jam saat malam.

BACAJUGA;3

Terakhir adalah cara yang mungkin sering dilakukan, yaitu dengan mengeluarkan penis sebelum ejakulasi. Jelas cara yang ini harus dilakukan oleh pihak pria. Teknik ini disebut juga dengan senggama putus. Untuk membuat metode ini berhasil, dibutuhkan kontrol diri yang sangat kuat dari pria dan perkiraan waktu yang tepat saat menarik penis. Memang cukup sulit, namun metode ini bisa jadi cara mencegah kehamilan secara alami.

KB alami mungkin memang tidak seefektif kontrasepsi, tapi cara mencegah kehamilan ini bisa dilakukan untuk memotivasi Anda yang ingin mencegah resiko kehamilan terlalu cepat. (vpd)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE