Belum Juga Melamar, Beginilah Isi Pikiran Para Pria | Breaktime
Belum Juga Melamar, Beginilah Isi Pikiran Para Pria
25.10.2015

Biasanya, kaum pria lebih santai saat berurusan dengan pernikahan. Di sisi lain, para wanita akan mulai kelabakan begitu memasuki usia 25 tahun. Lalu bagaimana jika Anda sudah menjalin hubungan cukup lama tapi kekasih tak juga kunjung melamar? Hmm, bisa jadi hal-hal ini yang ada di dalam pikiran mereka, B’timers:

1. Masih Ingin "berpetualang"

Waspadalah dengan sikap yang satu ini, B'timers. Mengapa begitu? Jika Anda sudah menjalin hubungan serius namun ia masih saja berkelit untuk melamar, bisa jadi ini karena ia masih belum siap untuk menetap di satu hati. Mungkin ia masih ingin merasakan jatuh cinta yang sebenar-benarnya sebelum memasuki jenjang pernikahan.

2. Trauma

Alasan ini sebenarnya bukan karena sang pria tak ingin melamar Anda, melainkan karena trauma yang ia alami. Bisa jadi karena ia pernah gagal dalam hubungan sebelumnya, atau gara-gara melihat orang terdekatnya menderita karena perceraian. Hal ini yang membuatnya tak cukup berani untuk mengawali sebuah hubungan yang lebih serius.

Belum Juga Melamar, Beginilah Isi Pikiran Para Pria | Breaktime
Trauma karena percintaan bisa membuat pria down dalam waktu lama

3. Prioritas hidup belum tercapai

Kadang para pria berpikir bahwa pernikahan adalah prioritas ke dua setelah apa yang ia inginkan terkabulkan, misalnya saja meraih cita-citanya atau membahagiakan orang tuanya. Apabila Anda ingin memperjuangkan sang kekasih, berusahalah untuk membantunya dan juga mengingatkannya bahwa kalian berdua tidak selamanya muda.

4. Takut terikat

Takut yang dimaksudkan disini berbeda dengan trauma di atas. Ketakutan ini lebih menjurus pada terbatasinya kebebasan saat berkeluarga nantinya. Para pria yang masih ingin bebas dan tidak terjerat peraturan apapun lebih memilih untuk tidak menikah cepat.

5. Merasa belum "pantas"

Inilah alasan yang sangat mempengaruhi kondisi psikis seorang pria. Para pria sering kali berpikiran bahwa dirinya masih belum pantas mendampingi sang kekasih untuk sepanjang hidupnya dan menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya kelak.

Hal yang paling bijak dilakukan saat menghadapi kondisi semacam ini adalah terus memberikan pengertian dan dukungan pada pasangan. Siapa tahu dengan dampingan Anda, ia jadi lebih mantap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Share This Article