Persiapan Mental yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah | Breaktime
Belum Bisa Lakukan 4 Hal Ini, Artinya Anda Belum Siap Menikah
04.08.2015
“ A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.”

Menikah adalah sebuah keputusan bijak namun sekaligus berat bagi seseorang. Pasalnya, selain dipenuhi dengan “ledakan” bunga-bunga cinta, B’timers juga harus siap dengan sederet konsekuensi yang harus dihadapi dalam kehidupan rumah tangga untuk seumur hidup. Oleh karena itu, bekalilah diri Anda dengan sejumlah persiapan mental berikut ini agar pernikahan berjalia langgeng:

Siap berdamai dengan kekurangan pasangan

Tetap berpikir logis tentang karakter pasangan
Tetap berpikir logis tentang karakter pasangan

Tak peduli seberapa kuat keberadaan chemistry di antara Anda berdua, cobalah untuk berpikir logis tentang karakter Anda dan pasangan yang sebenarnya. Sanggupkah Anda berdamai dengan kekurangan dan kelebihan pasangan?

Mampukah ia melakukan hal yang sama? B’timers harus bisa memastikan bahwa pasangan dapat mencintai Anda apa adanya dan berkomitmen saling menguatkan untuk menuju ke arah kehidupan yang lebih baik.

Tidak berharap terlalu tinggi

Saat jatuh cinta pada seseorang, pasti terlintas secercah harapan untuk terus bersamanya hingga maut memisahkan. The truth is, they are not an angel not a God. 

Yap, mereka hanyalah manusia biasa yang bisa memancing emosi Anda kapan saja. Oleh karena itu, letakkanlah harapan Anda sesuai tempatnya dan jangan sampai berlebihan dalam menilai pasangan.

Dr. Caroll, seorang profesor di Brigham Young University yang mempelajari seluk-beluk kehidupan rumah tangga, juga menyarankan agar setiap pasangan tidak terlalu mengharapkan materi berlebih dari pasangan karena bisa memicu ketidakpuasan dalam kehidupan pernikahan.

Bisa membangun komunikasi yang baik

Dengarkan nasihat orang tua sebelum menikah
Dengarkan nasihat orang tua sebelum menikah

Kelancaran komunikasi adalah kunci agar hubungan tetap langgeng. Belajarlah untuk terbuka dengan pasangan dan buatlah ia melakukan hal yang sama. Ungkapkan berbagai impian yang ingin dicapai berdua melalui ikatan pernikahan yang suci.

Bahkan, Anda tak perlu sungkan untuk mengungkapkan berbagai kecemasan yang sedang dihadapi. Dengan begitu, B’timers juga dapat menilai kemampuan pasangan dalam melakukan problem solving.

Minta nasihat orang tua

Satu hal yang pasti, orang tua Anda berdua sudah melewati berbagai suka-duka dalam pernikahan. Mereka memiliki banyak nasihat pribadi yang mungkin tak akan pernah ditemukan dalam setumpuk buku, artikel, bahkan nasihat dari seorang konselor pernikahan profesional sekalipun.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk meminta nasihat orang tua karena mereka mengenal dengan baik bagaimana karakter buah hati yang sudah diasuh sejak kecil. Anda juga bisa mengajak pasangan untuk mendengarkan saran dari pihak orang tua masing-masing.

Kini, B’timers tinggal memantapkan hati untuk bersiap menjadi sosok yang lebih tegar dalam menjalani peran baru sebagai suami maupun istri. Ingatlah bahwa menikah itu adalah ibadah. Niatkan melakukan segala sesuatunya dengan tulus dan bersiaplah mendapatkan berbagai keajaiban menakjubkan yang tak pernah Anda temukan saat hidup melajang.

Share This Article