Wow! Ini Alasan Kenapa Jadi “Jahat” itu Perlu | Breaktime
Wow! Ini Alasan Kenapa Jadi “Jahat” itu Perlu
04.03.2016
“Do unto others what you would have them do unto you” – Anonymous

Anda merasa tidak asing dengan kalimat tersebut, kan, B’timers? Sejak kecil kita semua selalu diajari, betapa pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik. Dan jika ingin orang lain berbuat baik pada Anda, jangan pernah menjahati mereka.

Ketika kecil orangtua Anda mungkin sering mewanti-wanti bahwa karma itu ada. Tetapi sesekali timbul keinginan untuk bersikap jahat. Tidak perlu merasa berdosa karena hal tersebut, B’timers. Karena ada alasan kenapa jadi “jahat” itu perlu. Wow! Benarkah?

  • Demi melindungi diri

Jika untuk melindungi diri dari hal buruk yang terjadi, maka tidak masalah untuk menjadi orang yang tidak baik, B’timers. Seperti misalnya, ketika Anda melakukan kopi darat dengan seseorang yang baru Anda kenal melalui media sosial, kemudian muncul perasaan tidak aman dari dalam diri. Jangan pernah abaikan perasaan tersebut. Dan jangan takut untuk menunjukkan pada orang lain bahwa Anda berani menghadapi bahaya.

  • Untuk mempertahankan cita-cita

Semua orang memiliki pendirian atau cita-cita yang selalu diperjuangkan hingga akhir. Bahkan ada beberapa yang rela mati demi impiannya. Dan jika ada yang kemudian menyuruh Anda untuk menghentikan usaha tersebut, maka jangan ragu lagi, B’timers. Ini alasan kenapa jadi “jahat” itu perlu dan sangat diperbolehkan. Anda berhak mempertahankan keinginan Anda, selama hal tersebut worth it untuk diperjuangkan. Dan tidak perlu menghiraukan pendapat orang lain yang menentang.

Wow! Ini Alasan Kenapa Jadi “Jahat” itu Perlu | Breaktime
Sometimes it’s just nice to be not nice
  • Pertahanan diri tidak selalu baik, tapi sangat penting

Katakanlah seseorang di tempat parkir berteriak pada Anda, dan mengatakan bahwa Anda telah mencuri spot untuk tempat parkirnya. Ini adalah satu contoh praktek “bully-ing”, B’timers. Anda bisa melakukan tindakan balasan. Pada kenyataannya, sungguh ironis ketika menyadari dunia dipenuhi dengan orang-orang jahat. Dan atas nama pertahanan diri, Anda pun diperbolehkan untuk menjadi tidak baik.

  • Bertindak tegas untuk mengungkapkan kebutuhan

Hidup bisa menjadi pertarungan antara keinginan kita dengan keinginan orang lain. Dan yang sulit adalah menjaga keseimbangan giving and taking. Seperti misalnya, di saat Anda berharap menjauh dari pasangan untuk melakukan perjalanan wisata seorang diri, namun si dia menentang. Inilah waktunya di mana Anda harus sedikit jahat untuk mengambil keputusan demi merasakan kebahagiaan untuk diri sendiri. It’s just okay, B’timers.

  • Untuk mengatasi sebuah konflik

Terkadang konflik itu penting, lho B’timers. Anda mungkin terlibat adu pendapat dengan teman kuliah mengenai proyek penelitian yang harus kalian kerjakan. Berhenti merasa malu untuk menjatuhkan pilihan. Mungkin akan tidak menyenangkan bagi beberapa orang, tetapi Anda jangan takut bersikap terbuka, B’timers. Dorong diri Anda untuk mengatasi sebuah konflik yang muncul.

Mungkin tampak sedikit berlawanan dengan pendirian kita selama ini, ya, B’timers? Namun dalam kondisi tertentu, bisa menjadi alasan kenapa jadi “jahat” itu perlu, kok. (NO)

Share This Article