Working Mom Guilt dan Cara Mengatasinya | Breaktime
Working Mom Guilt dan Cara Mengatasinya
05.12.2017

Menjadi seorang wanita karir saat ini sudah bukan menjadi hal yang aneh. Munculnya kelompok pekerja profesional ini sebenarnya adalah pertanda bagus, B’Timers. Karena pada akhirnya peran perempuan tidak hanya ada di dalam dapur dan di atas ranjang saja, tapi mereka juga bisa berkompetisi di bidang yang sama dengan para pria. Tapi ketika anak pertama lahir ke dunia, di sanalah pertarungan sebenarnya dari seorang wanita karir sekaligus seorang ibu dimulai.

Ya, setiap working mom pasti pernah atau bahkan hingga saat ini masih terjebak di dalam Working Mom Guilt. Working Mom Guilt adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perasaan bersalah yang dialami seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir. Banyak dari Anda mungkin merasa bersalah karena tidak selalu dapat berada di sisi si kecil. Belum lagi ditambah dengan pandangan masyarakat dan juga agama yang menyatakan bahwa perempuan seharusnya berada di rumah mengurus anak-anak. Sehingga bagi mereka, seorang working mom adalah sosok perempuan yang sangat egois karena mengorbankan anak dan keluarganya demi ambisi mengejar karir. Benarkah demikian, dan haruskah Anda pasrah terhadap rasa bersalah tersebut?

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Istri Hasilkan Uang Lebih, Ini Efeknya pada Pria

Ketahuilah Bahwa Anda Tidak Sendirian. Jadi. . .

. . . belajarlah untuk melepaskan rasa bersalah tersebut. It won’t be easy, tapi bukan hal yang mustahil. Dalam skenario yang ideal memang suami berperan sebagai pencari nafkah, tapi banyak hal di kehidupan nyata yang membuat Anda menjalani karir Anda saat ini. Bisa jadi upah yang dihasilkan oleh sang suami pas-pasan, atau mungkin Anda adalah seorang single mother. Dan bisa saja Anda merasa bahagia dengan karir Anda saat ini dan pekerjaan tersebut memberikan banyak keuntungan kepada keluarga Anda. 

Working Mom Guilt dan Cara Mengatasinya | Breaktime
Wanita karir bisa jadi ibu yang baik

Dan tidak ada hal yang salah dari itu, B’Timers. Dengan bekerja, Anda tahu bahwa Anda dapat membantu mempersiapkan dana pendidikan yang dibutuhkan oleh anak Anda kelak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business School di tahun 2015 juga menunjukkan bahwa anak-anak dari seorang working mom memiliki tingkat kemandirian dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang tinggi.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Posisi Tidur yang Baik bagi Payudara Sehat

Tapi untuk menjadi seorang working mom yang sukses, Anda memang perlu memiliki management skill yang bagus. Ketika Anda berada di kantor, jadilah seorang pegawai yang baik dengan mencurahkan seluruh perhatian Anda pada tugas-tugas yang diberikan. Dengan memberikan seratus persen perhatian Anda pada pekerjaan, tidak hanya Anda dapat menjaga kualitas dari pekerjaan Anda tapi Anda juga dapat pulang tepat waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga.

Dan ketika Anda pulang,curahkanlah seratus persen perhatian pada keluarga Anda. Hindari keinginan untuk membuka inbox email kantor atau menyalakan laptop. Dampingi si kecil mengerjakan tugasnya dan bacakan cerita pengantar tidur untuk mereka. Setelah itu Anda mungkin bisa menonton acara film romantis hanya berdua dengan suami Anda. Dengan demikian keluarga Anda akan tetap dapat merasakan kehadiran Anda di dalam rumah tangga dan beban rasa bersalah pun paling tidak akan sedikit terangkat.

Baca Juga Artikel :
Berita Terbaru
Berhenti Buat To-Do List & Lakukan Hal Ini

Seperkasa apapun Anda, Anda hanyalah manusia biasa. Jadi sangat mustahil bagi Anda untuk menjadi Super Mom yang dapat melakukan semua hal, mulai dari pekerjaan kantor dan tugas rumah tangga sendirian. Ajaklah suami dan anak-anak Anda untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan rumah. Mulailah dengan memberikan tugas kecil pada anak Anda seperti membereskan sendiri alat bermainnya setelah ia puas bermain. Jika anak Anda berusia remaja, baru Anda bisa mempercayakan regular house chores seperti menyapu dan memasak. Anda tidak perlu khawatir keadaan rumah akan terbengkalai, ditambah lagi anak Anda akan menjadi lebih mandiri. Win-Win Solution, right?

Dan jangan lupa untuk mencari support sebanyak mungkin, baik dari pihak suami maupun dari komunitas ibu pekerja. Mereka pun pastinya pernah mengalami Working Mom Guilt. Tapi kalau mereka dapat melaluinya, B’Timers pun pasti bisa! (dkp)



artikel kompilasi
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE
related img
LIVE
YOUR LIFE