Waspadai 5 Biang Kerok Penyebab Galau Ini | Breaktime
Waspadai 5 Biang Kerok Penyebab Galau Ini
27.07.2016

B’timers pernah merasa tiba-tiba bersedih? Well, itu memang wajar terjadi pada setiap orang. Namun tidak yang namanya tiba-tiba. Tidak ada akibat jika tak ada sebab. Nah, Anda harus berhati-hati terhdap 5 hal yang sebenarnya adalah biang keladi kenapa Anda mendadak galau. Ini daftarnya!

Anti-Relationship

Asumsi hidup sendiri membuat Anda lebih bebas mungkin benar. Anda bisa melakukan apapun sesuka hati tanpa larangan. Segalanya bisa dicapai tanpa kepedulian orang lain yang kadang memang mengganggu. Namun pertanyaannya, bisakah Anda bahagia sendirian? Tidak, B’timers. Hidup bebas tak berarti apa-apa jika Anda mengabaikan makna mendalam persahabatan dan hubungan cinta. Ingat sekali lagi, bahagia bukan karena Anda memiliki segalanya sendirian, namun karena Anda bisa berbagi.

Waspadai 5 Biang Kerok Penyebab Galau Ini | Breaktime
Bergaullah, jangan menyendiri!

Kurang bergerak

Apa hubungannya kurang gerak dan galau? Jangan salah! Hal sederhana ini juga bisa membuat Anda sedih dan dirundung kegalauan. Tak masalah jika Anda adalah pekerja kantoran yang memang harus duduk di depan komputer selama 8 jam. Namun, jangan lagi dilakukan di rumah, ya! Perlu dicatat, duduk di depan layar TV terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian.

Mengisolasi diri

Sebuah penelitian menemukan bahwa membiarkan diri terlalu lama ‘terkurung’ dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya dan depresi, apalagi jarang menerima cahaya matahari. Perlu dicatat bahwa cahaya buatan juga tidak baik untuk kesehatan. Inti studi ini adalah menjelajahi alam bebas dan menghabiskan waktu di alam dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

Workaholic

Banyak kerja memang bagus, namun jangan berlebihan karena itu buruk untuk Anda. Di Jepang, banyak sekali terjadi kasus Karoshi, istilah untuk orang yang meninggal akibat bekerja berlebihan atau overwork. Pekerjaan bisa membuat sedih dan stres karena adanya kendala tak terduga atau ketegangan dengan atasan dan rekan kerja. Bahkan, bekerja lembur meningkatkan risiko penyakit jantung koroner lho, B’timers!

Waspadai 5 Biang Kerok Penyebab Galau Ini | Breaktime
Beri ruang pikiran untuk “bernapas”

Makan sendirian

Sebuah penelitian yang dilakukan Brian Wansink, seorang profesor Cornell sekaligus penulis Mindless Eating menemukan bahwa orang cenderung makan makanan tidak sehat saat makan sendirian. Orang yang kesepian cenderung makan lebih sedikit sayuran. Nah, makan bersama bermanfaat untuk menyelipkan kebahagiaan agar masuk ke jiwa sembari mengunyah. Jadi, jangan lagi makan sendirian ya, B’timers! (nap)

Share This Article