Ubah Respon Tubuh Terhadap Stres dengan Cokelat | Breaktime
Ubah Respon Tubuh Terhadap Stres dengan Cokelat
13.09.2015

Banyak yang bilang kalau stres bisa disembuhkan dengan makanan, salah satunya cokelat. Namun, benarkah cokelat dapat mengilangkan stres atau hanya sekedar mitos? Berikut ulasannya:

Penelitian tentang cokelat

9 Oktober 2009 silam, peneliti dari Nestle Research Center di Swiss yang dipimpin oleh Sunil Kochar, menemukan bahwa orang yang sering makan cokelat, hormon stress yang dihasilkannya sangat rendah.

Pada penelitian yang melibatkan 30 orang tersebut, subjek diminta mengonsumsi 40 gram dark chocolate setiap hari, 20 gram dipagi hari dan setengahnya lagi ketika sore hari. Para peneliti kemudian mengambil sampel urine dan plasma darah peserta di awal, tengah, dan akhir penelitian yang berlangsung selama dua minggu.

Ketika dibandingkan, pada sampel akhir ditemukan lebih sedikit hormon stres kortisol dan katekolamin. Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan dalam Journal of Proteome Research.

Tak hanya orang dewasa, cokelat juga bermanfaat bagi si kecil
Tak hanya orang dewasa, cokelat juga bermanfaat bagi si kecil

Bagaimana cokelat bekerja dalam menurunkan stres?

Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan peningkatan tekanan darah. Hormon kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal akan disimpan di dalam otak. Ketika Anda mengonsumsi cokelat, respon tubuh terhadap sinyal stres yang dihasilkan otak akan berkurang, meskipun respon otak terhadap stres tetap sama. Secara khusus, respon dari kelenjar adrenal penghasil kortisol jauh lebih sedikit. Dengan respon tubuh yang berkurang tersebut, kortisol yang dihasilkan pun akan lebih sedikit sehingga tidak terlalu berpengaruh pada detak jantung dan pembuluh darah.

Meski stres benar-benar bisa dikurangi dengan mengonsumsi cokelat, bukan berarti ini jalan satu-satunya untuk mengusir stres. Masih banyak kok, cara lain yang bisa membebaskan B’timers dari stres, misalnya saja curhat pada seseorang yang dipercaya, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan menuliskan rasa stres yang dirasakan.

Share This Article