Tips Hadapi Buah Hati Bertanya Tentang Terorisme | Breaktime
Tips Jitu Menghadapi Buah Hati yang Bertanya Tentang Terorisme
13.12.2015

Kejadian beberapa hari belakangan ini cukup mengerikan. Di Eropa sudah terjadi pengeboman yang berujung dengan kematian orang-orang tidak berdosa. Selain di Eropa, juga ada negara di Asia, seperti Syiria yang juga menjadi korban perang dingin karena ulah pihak ketiga.

Bencana terorisme ini membuat beberapa orang awam bingung akan apa yang sebenarnya terjadi, termasuk si buah hati. Terkadang sebagai orang tua kita merasa bingung harus menjawab apa ketika buah hati bertanya mengapa orang lain ingin menyakiti yang lainnya dengan cara mengerikan tersebut.

Ketika si buah hati mulai bertanya tentang permasalahan terorisme, Anda bisa menjawabnya dengan metode berikut :

1. Pelajari

Coba Anda dengarkan apa yang saja yang sang anak tanyakan, lalu pelajari. Anda bisa mencari sumber di internet atau menonton apa yang sedang terjadi di telivisi. Namun pastikan Anda memberikan jawaban secara bijak tanpa memihak salah satu kubu. Dan gunakan bahasa yang mudah dicerna agar buah hati bisa memahaminya.

Tips Hadapi Buah Hati Bertanya Tentang Terorisme | Breaktime
Motivasi dari orang tua sangatlah membantu untuk membuat buah hati nyaman.

2. Jelaskan beberapa kali

Untuk menghindari hal hal buruk yang terjadi di masa depan nanti, ajaklah si buah hati beberapa kali membahas tentang terorisme. Tanamkan kepadanya, apapun alasan dari para teroris, membunuh dan merusak tanpa pandang bulu merupakan hal yang keliru. Ini akan membuatnya berpikir kembali dan tidak mudah menghakimi seseorang.

3. Katakan dengan sederhana

Seperti yang dijelaskan di poin pertama, gunakan bahasa yang mudah dicerna. Maksud dari bahasa yang mudah dicerna adalah gunakan bahasa yang tidak berbelit dan mudah dimengerti agar si buah hati tidak bingung nantinya. Selain itu, Anda juga harus mengikuti gaya bahasa Anda dengan sang anak, agar pesan dari penjelasan Anda tersampaikan.

4. Berikan motivasi

Mungkin tidak banyak anak yang mampu bertahan di situasi menakutkan seperti ini. Terkadang ada juga yang sampai trauma tidak ingin keluar rumah karena terlalu takut. Untuk itu, setalah memberikan penjelasan ajarkan si buah hati untuk tetap berani. Berikan ia motivasi agar mentalnya tidak down karena hal ini.

Yang terpenting dari keempat poin di atas adalah usahakan untuk tidak memihak dan katakan yang sebenarnya. Dan tentu saja bebaskan si Kecil untuk berpendapat sesuai dengan usia dan pemahamannya. (wsu)

Share This Article