Terlalu Sering Multitasking di Kantor, Baikkah? | Breaktime
Terlalu Sering Multitasking di Kantor, Baikkah?
10.06.2016

B’timers para pekerja kantoran mungkin tak sadar, setiap hari Anda melakukan banyak pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Saat tengah membalas email, Anda harus menelepon klien, lalu mesti menyelesaikan laporan penjualan dan juga menjadwalkan meeting. Mungkin tujuannya ingin mempersingkat waktu agar lebih efektif dan pekerjaan cepat selesai. Namun, benarkah multitasking itu baik? Sebenarnya tidak! Ini sebabnya:

Bisa merusak otak

Berdasarkan penelitian di Universitas Sussex, multitasking bisa menyebabkan kerusakan pada otak Anda. Kepadatan otak jadi menurun pada bagian yang memberikan respon empati, kontrol kognitif dan kontrol emosional.

Jadi kurang produktif

Menurut Dr. Susan Weinschenk, justru multitasking membuat semua pekerjaan selesai lebih lama daripada menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Membuat kita bodoh

Terdengar kejam namun nyata, sebuah studi di Universitas London menemukan bahwa multitasking lama-kelamaan dapat menurunkan IQ seseorang.

Terlalu Sering Multitasking di Kantor, Baikkah? | Breaktime
Anda tak mau kepintaran Anda menurun karena multitasking, kan?

Menipu diri sendiri

Karena kita merasa multitasking itu bagus, kita jadi mengabaikan fakta bahwa alat-alat, sistem dan lingkungan kerja sudah bagus, padahal justru sebaliknya. Itu karena kita tidak “mau” menyadarinya, dan hanya berpikir yang penting pekerjaan selesai.

Menurunkan kualitas kerja

Saat multitasking, pekerjaan Anda terbengkalai. Sungguh. Anda akan banyak melakukan kesalahan karena gagal fokus, yang akhirnya membuat Anda terlihat bodoh.

Mengurangi kemampuan

Multitasking dapat mengurangi kemampuan mengingat apa yang Anda lakukan, jadi kurang mampu belajar lebih banyak hal, serta sulit menerapkan hal yang baru dipelajari terhadap konteks yang baru.

Ternyata, multitasking benar-benar bisa merugikan, ya. Dan sayangnya tak jarang kita tidak menyadarinya. Anda harus bisa memilah mana yang menjadi prioritas khususnya dalam pekerjaan, ini untuk kebaikan diri Anda sendiri. Nah, kalau sudah tahu efek negatifnya untuk diri sendiri, B’timers masih mau terus melakukan multitasking? (md)

Share This Article