Stop Mematuhi 4 Aturan Kerja Berikut Ini! | Breaktime
Stop Mematuhi 4 Aturan Kerja Berikut Ini!
25.03.2016

Kebanyakan orang berpikir bahwa kunci keberhasilan karier mereka adalah jika mereka patuh pada aturan, tunduk terhadap atasan, menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, menghindari topik yang emosional dan usaha-usaha lainnya. Anda juga memiliki pemikiran yang sama? Well, pikirkan lagi, B’timers! Bahkan, para ahli mengungkap bahwa sebenarnya ada lho, aturan-aturan kerja yang sebaiknya (atau harus?) dilanggar. Apa saja, sih?

Jabatan bukan hal penting

Ada tekanan dalam budaya yang mengatakan bahwa tak masalah jabatan rendah namun gaji melimpah. Namun Michelle Goodman mengatakan hal berbeda. Seorang pekerja, akan terasa lebih sempurna jika kariernya naik setingkat demi setingkat. Dengan demikian, pengalaman akan berkembang dan tidak berhenti di satu bidang saja meski gaji yang didapat sudah sangat besar.

Stop Mematuhi 4 Aturan Kerja Berikut Ini! | Breaktime
Mengembangkan pengalaman sekaligus pendapatan

Bekerja sesuai posisi

Apa Anda termasuk orang yang melakukan pekerjaan sesuai yang tertera dalam kontrak kerja? Sebaiknya pikirkan lagi. Hal itu akan membuat kaku dan seoalah tak melihat dunia luar. Tak ada salahnya Anda mengunjungi teman di divisi lain, akan lebih baik jika yang lebih tinggi dari divisi Anda. Bertukar pendapatlah dengannya. Saat ada lowongan di divisi tersebut, sah-sah saja Anda melamar untuk menempati posisi tersebut. Well, sedikit banyak Anda sudah paham tentang divisi itu, bukan?

Tinggal di kantor

Ada larangan untuk tidak berlama-lama di kantor? Break it, B’timers! Anda harus tahu bahwa karier Anda adalah hidup Anda. So, tak masalah jika Anda mengambil hak untuk hidup di kehidupan Anda. Karen Burn mengatakan bahwa kebanyakan solusi dari masalah justru didapat saat Anda merenung atau mencari pencerahan dengan tinggal lebih lama di kantor, entah itu main-main di garasi, bersantai di kebun atau bersepeda.

Stop Mematuhi 4 Aturan Kerja Berikut Ini! | Breaktime
Inspirasi sering datang di luar jam kantor

Jaga jarak dari topik yang emosional

Banyak perusahaan yang menerapkan aturan ini. Padahal, ini bahkan akan berakibat buruk pada kinerja karyawan. Katakanlah Anda dan rekan memiliki gaya kerja yang berbeda atau terjadi bentrok atas proyek yang ditangani bersama. Sebagai hasilnya, ada ketegangan serius antara Anda berdua yang membuat performa kerja jadi menurun.

Abaikan aturan tersebut dan datangi rekan Anda sambil berkata, “Anda tampaknya tak pernah setuju pada setiap pendapat saya, apa saya melakukan sesuatu yang membuat Anda kesal?”. Sean O’Neil, konsultan manajemen di Pelham, New York, mengatakan ini boleh Anda lakukan untuk menciptakan hubungan kerja yang lebih terbuka.

Jadi, sudah siap break the rules untuk lebih maju, B’timers? (nap)

Share This Article