Somnabulis, Fenomena Tidur yang Membahayakan Kesehatan dan Jiwa | Breaktime
Somnabulis, Fenomena Tidur yang Membahayakan Kesehatan dan Jiwa
19.08.2015

Somnabulis - Selain menjadi sarana ‘rekreasi’ sekaligus upaya tubuh untuk mengembalikan kekuatan, tidur juga memiliki berbagai fenomena, seperti sleep paralysis sampai dengan somnabulis. Nah, yang terakhir ini mungkin cukup asing di telinga B’timers, ya!

Apa itu somnabulis?

Somnabulis ini juga dikenal dengan nama noctambulis
Somnabulis ini juga dikenal dengan nama noctambulis

Berasal dari bahasa Latin somnus yang berarti tidur, somnabulis merupakan istilah lain untuk menyebutkan fenomena tidur berjalan alias sleep walking. Ketika seseorang mengalami somnabulis, maka dia tidak sadar melakukan apapun karena tubuhnya dalam keadaan trance.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh 3 pakar, bernama Lavie, Mahotra dan Pillar, ada berbagai macam penyebab dari somnabulis seperti gangguan pada sistem saraf pusat (SSP), adanya gelombang lambat yang terjadi ketika seseorang memasuki salah satu dari tahapan tidur, genetika, kelelahan, stres sampai dengan penggunaan beberapa neuroleptik serta pemakaian obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol.

Selain itu, ketika kondisi tubuh dan mental sedang turun, hormon menjadi tidak stabil sehingga mudah stres. Bahkan, para penderita sleep apnea dan orang-orang yang memiliki masalah dengan lambung hingga gastoesophagus reflux juga rentan mengalami kelainan tidur sambil berjalan.

Baca juga: B’TIMERS, YUK ‘BELAJAR’ DARI PARA PORN STAR

Proses terjadinya somnabulis

Setelah masuk ke fase NREM, faktor psikologis dan lainnya dapat memicu munculnya somnabulis
Setelah masuk ke fase NREM, faktor psikologis dan lainnya dapat memicu munculnya somnabulis

Selain Rapid Eye Movement atau REM, ada pula tahapan tidur yang dinamakan NREM atau Non Rapid Eye Movement (tahapan tidur paling dalam tanpa mimpi) yang dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu stage 1 (periode tidur ringan), stage 2 (periode tidur sudah agak mendalam) dan stage 3 dan 4 adalah periode ketika gelombang otak terstimulasi untuk dapat tidur nyenyak.

Pada umumnya, sleepwalking terjadi pada periode 3 dan 4 atau ketika otak masuk dalam cakupan delta activity atau gelombang amplitudo dengan frekuensi 0-4 hertz. Ketika masuk periode 3-4 NERM dan ada peningkatan gelombang activity di atas 50%, maka pada umumnya seseorang akan mengalami somnabulis.

Treatment untuk somnabulis

Diperlukan penanganan cepat dan tepat untuk atasi gangguan dan fenomena tidur semacam ini]
Diperlukan penanganan cepat dan tepat untuk atasi gangguan dan fenomena tidur semacam ini]

Karena masuk dalam kategori bahaya dan dapat menyebabkan penderitanya terluka, maka diperlukan penanganan khusus untuk mengobatinya. Sekarang ini ada berbagai macam obat-obatan yang dapat membantu para penderita somnabulis, seperti cloneazepam dan tryclic antidepressants.

Selain itu, B’timers juga dapat melakukan pengelelolaan tidur dengan baik serta memaksimalkan kualitas tidur, mulai dari durasi sampai dengan tempat tidurnya. Tidak hanya itu, peregangan dan relaksasi atau menggunakan yoga dan meditasi juga dipandang sebagai cara yang efektif untuk menghindari somnabulis.

Share This Article