Sering Tak Tahan Melihat Orang Kesulitan, Mungkinkah Anda Sosok Altruis? | Breaktime
Sering Tak Tahan Melihat Orang Kesulitan, Mungkinkah Anda Sosok Altruis?
23.08.2015
“No act of kindness, however small, is ever wasted.”—Aesop

Di antara berbagai kejadian indah yang pernah terjadi dalam hidup Anda, hal apakah yang paling bisa membuat B’timers tersenyum bahagia? Apakah itu adalah membantu orang lain dengan segenap hati? Bila Anda merasa lebih baik setiap kali melakukannya dan merasa “ketagihan” untuk membantu orang, mungkinkah B’timers adalah sosok altruis?

Menurut teori dari seorang psikologi sosial ternama di Amerika Serikat, Leonard Berkowitz, altruisme dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk memberikan bantuan pada orang lain tanpa adanya antisipasi akan imbalan apapun. Sikap satu ini juga sangat erat bersentuhan dengan sifat jujur, rendah hati, dan murah hati.

Orang altruis juga sering mendahulukan kebahagiaan orang lain dibandingkan dengan kebahagiaannya sendiri. Meski begitu, orang altruis tidak menganggap dirinya sebagai korban yang tidak berdaya.  Mereka tetap punya cara tersendiri untuk membuat dirinya bahagia. Menurut teori psikologi, ada empat sebab yang menjadikan sesorang menjadi altruis:

Ikatan kekeluargaan

Umumnya, orang altruis akan sangat mengutamakan kebahagiaan keluarga mereka dibandingkan yang lainnya. Ini karena mereka memiliki kesamaan gen yang begitu dekat sehingga lahir naluri untuk menolong yang begitu kuat.

Norma timbal balik

Ada juga orang altruis yang melakukan kebaikan karena ia ingat suatu ketika pernah ditolong. Dalam kondisi seperti ini, umumnya orang altruis akan berusaha untuk melakukan kebaikan yang lebih baik untuk membalas jasa orang yang pernah menolongnya.

Orang altruis sangat mengutamakan kebahagiaan keluarga
Orang altruis sangat mengutamakan kebahagiaan keluarga

Empati

Mampu merasakan kesulitan yang tengah dihadapi oleh orang lain juga menjadi motif kuat orang altruisme. Umumnya, mereka kerap memposisikan diri bagaimana bila merekalah yang berada di situasi sulit sehingga mereka akan sebisa mungkin untuk membantu orang lain.

Kebiasaan

Ada pula orang altruis yang memang terbiasa mengulurkan tangan karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang mengakar inilah yang kemudian menjadi karakter baginya untuk membantu orang. Sangat sulit baginya untuk melepaskan diri dari orang lain yang membutuhkan  bantuannya.

Nah, setelah mengenali orang altruis lebih dalam, apakah B’timers juga merasa memiliki sisi positif unik tersebut?

Share This Article