Sering Mati Gaya Hadapi Anak Introvert? No More! | Breaktime
Sering Mati Gaya Hadapi Anak Introvert? No More!
11.06.2015
“Quiet People Have The Loudest Minds”—Stephen Hawking

Apakah Anda memiliki buah hati yang cenderung merasa tak nyaman ketika berada dalam kerumunan banyak orang? Bisa jadi ia adalah sosok anak dengan kepribadian introvert yang membutuhkan penanganan khusus. Berikut langkah yang perlu B’timers lakukan untuk mendekatinya dan membuatnya lebih nyaman:

Menjembatani komunikasi anak

Anak introvert umumnya tak suka basa-basi dengan orang asing, oleh karena itu jadilah jembatan bagi anak bila Anda ingin ia mengenal orang lain. Meski begitu, jangan pernah mengatakan bahwa buah hati Anda adalah sosok pemalu agar ia tak makin merasa terpojok dan aneh.

Hargai waktu sendiri anak

Buat anak introvert nyaman dengan menghargai keinginannya untuk sendiri selama beberapa saat. Anda hanya perlu duduk tenang di sampingnya dan biarkan anak melakukan aktivitas kesukaannya seperti menggambar atau menulis.

Kenalkan anak pada lingkungan

Bantu anak berkomunikasi dengan teman barunya
Bantu anak berkomunikasi dengan teman barunya

Pada dasarnya anak introvert lebih suka melakukan banyak hal sendirian. Namun sebagai orang tua, Anda bisa mengenalkannya pada lingkungan secara bertahap. Dengan begitu, keberaniannya  bersosialisasi akan perlahan muncul.

Kembangkan bakatnya

Anak introvert memang akan lebih tertarik dengan aktivitas working behind the scene. Namun, sebagai orang tua, Anda bisa mengembangkan bakat anak ini dengan mengikutkan lomba hasil karyanya atau mengajaknya untuk menjajal hobi lain yang lebih ekspresif sepert menari, menyanyi, atau story telling pelan-pelan agar ia lebih nyaman berhadapan dengan banyak orang.

Pahami perasaanya

Harus diakui bahwa emosi anak introvert memang jadi lebih sulit untuk diprediksi dibandingkan anak extrovert karena mereka tak terlalu ekspresif. Meski begitu, anak introvert sebenarnya sangat sensitif sehingga Anda harus benar-benar cermat dalam memilih kata agar mereka tak tersinggung dan menarik diri.

Hal yang paling penting adalah dukungan Anda pada si Kecil dengan segenap hati. Upayakan untuk selalu mensugesti si Kecil dengan kata-kata positif agar ia menjadi nyaman menjadi dirinya sendiri dan kelak bisa jadi sosok yang lebih terbuka dan percaya diri.

Share This Article