Sering Lupa Nama Seseorang? Tenang, Ini Cara mengatasinya | Breaktime
Sering Lupa Nama Seseorang? Tenang, Ini Cara mengatasinya
28.09.2015

Lupa adalah suatu hal yang wajar dan dialami oleh setiap manusia, bahkan B’timers sendiri juga pernah mengalaminya, kan?

Nah, berbicara masalah satu ini, memang terkesan sepele lupa akan nama seseorang. Namun di satu sisi, hal tersebut justru bisa menimbulkan dampak serius. Telebih lagi jika yang Anda lupakan merupakan seorang rekan bisnis yang penting.

Seperti halnya lupa akan sesuatu, mudah melupakan nama seseorang juga digolongkan dalam dalam 3 kelompok menurut medis, yaitu

  • Alzheimer
  • Dementia (pikun)
  • Faktor lanjut usia

Penyebab dari hilangnya memori tersebut dikarenakan berbagai hal, seperti:

  • Depresi
  • Efek samping obat-obatan
  • Pengonsumsian alkohol
  • Kurangnya asupan vitamin B12 atau tingkat tiroid rendah
  • Stres
  • Sakit
Pikun merupakan masalah yang dialami banyak orang dari segala usia
Pikun merupakan masalah yang dialami banyak orang dari segala usia

Secara umum, mudah melupakan nama seseorang disebabkan oleh banyaknya informasi yang diterima dan diproses otak dalam setiap waktu. Dari informasi-informasi yang ditangkap tersebut, otak berhak memutuskan mana yang harus dipertahankan dan mana yang tidak harus disimpan dalam memori. Dan hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor ketertarikan. Jika seseorang merasa tertarik ketika berkenalan dengan orang lain, maka dia akan dengan mudah mengingat detail wajah sampai dengan namanya.

Selain mengonsumsi makanan sehat, ada cara lain yang dapat B’timers lakukan untuk meminimalisir kebiasaan mudah lupa, seperti berikut ini:

Z-Scan

Untuk melakukan Z-scan ini, Anda dapat mengimajinasikan sebuah huruf Z di wajah seseorang. Setelah itu, Anda dapat memvisualisasikan mulai dari warna mata sampai dengan senyumannya sekaligus berangsur-angsur mengingat dan menyimpan informasi tentang orang tersebut, termasuk namanya.

Mendengarkan secara jelas

Tentu saja agar dapat mengetahui sekaligus mengingat nama seseorang, Anda harus mendengarkannya secara jelas ketika berkenalan. Banyak orang yang lupa akan nama seseorang tersebut salah satunya karena mereka tidak terlalu dengar pengucapan nama tersebut. Jadi, jika B’timers berkenalan dengan seseorang di area yang sangat bising, seperti di jalan raya, maka ada baiknya Anda untuk meminta orang yang bersangkutan untuk mengulangnya atau mencatat namanya.

Repetition

Anda juga dapat mengucapkan ulang nama seseorang yang baru Anda kenal. Dengan metode pengulangan ini, otak akan lebih mudah merekam dan menyimpannya dalam memori.

Cara-cara ini dipandang efektif untuk memangkas ‘kebiasaan’ lupa akan nama seseorang
Cara-cara ini dipandang efektif untuk memangkas ‘kebiasaan’ lupa akan nama seseorang

Menanyakan arti nama

B’timers juga dapat secara iseng menanyakan arti nama seseorang yang baru dikenal sebagai bahan agar lebih cepat akrab dan juga berfungsi sebagai pemicu memori otak untuk dapat merekam lebih lama informasi yang didapatkan. Akan tetapi cara satu ini tentunya kurang sopan jika lawan bicara adalah orang penting atau memiliki kedudukan tinggi dari Anda.

Meminta sesuatu sebagai pengingat

Agar lebih mudah mengingat detail wajah dan nama, Anda dapat meminta kartu nama, nomor telepon sampai dengan akun sosial media seseorang dan kemudian menyimpannya.

Visualisasi

Jika suatu saat Anda berkenalan dengan seseorang di suatu tempat, maka Anda dapat merekam lingkungan sekitar, seperti warna tembok atau barang-barang yang berada di tempat tersebut. Dengan metode visualisasi seperti ini, maka Anda akan lebih mudah menyimpan informasi terkait orang tersebut dalam memori jangka panjang.

Meninggalkan kesan

Jika suatu saat Anda berkenalan dengan seseorang dan harus mengadakan perbincangan, maka semakin Anda menunjukkan diri pada topik yang sedang dibahas maka semakin besar kemungkinan nama Anda akan diingat seseorang, begitu juga sebaliknya.

Jadi, B’timers, jangan takut untuk merasa salah dalam mengingat atau menyebutkan nama seseorang. Anda dapat meminta maaf jika memang pada akhirnya salah mengucapkan atau mengejanya. (das)

Share This Article